BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai menyusun strategi anggaran yang lebih selektif untuk menghadapi berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat. Dalam penyusunan APBD Kubu Raya 2027, pemerintah daerah memastikan alokasi anggaran akan difokuskan pada sektor-sektor prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi dua prioritas utama dalam postur anggaran tahun depan. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas kondisi fasilitas pelayanan publik yang masih memerlukan perhatian serius.
Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 60 persen bangunan SD dan SMP negeri di Kubu Raya saat ini berada dalam kondisi rusak. Kondisi serupa juga ditemukan pada sejumlah puskesmas beserta fasilitas pendukung layanan kesehatan yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Menurut Sujiwo, perbaikan infrastruktur pendidikan dan kesehatan tidak bisa lagi ditunda karena kedua sektor tersebut merupakan layanan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi ini. Namun, kita tidak boleh menyerah. Pendidikan dan kesehatan memiliki mandatory spending secara nasional, sehingga tahun depan sektor ini yang akan kami maksimalkan,” ujar Sujiwo usai menghadiri Rapat Paripurna di Ruang Sidang DPRD Kubu Raya, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga : Sujiwo Minta KONI Kubu Raya Fokus pada Kualitas Cabor dan Pembinaan Atlet
Meski APBD Kubu Raya 2027 akan difokuskan pada sektor prioritas, Sujiwo memastikan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan poros ekonomi, tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, keterbatasan fiskal membuat alokasi belanja infrastruktur dari APBD kemungkinan berkurang. Namun, kebutuhan pembangunan jalan strategis akan diupayakan melalui dukungan dana pemerintah pusat lewat APBN.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat menjadi kunci agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan meskipun ruang fiskal daerah semakin terbatas.
“Kalaupun porsi anggaran daerah untuk infrastruktur berkurang, bukan berarti pembangunan berhenti. Kami terus mengupayakan dukungan dari pusat agar pembangunan jalan strategis tetap berjalan,” katanya.
Dalam menghadapi tekanan fiskal, Pemkab Kubu Raya juga menerapkan kebijakan efisiensi di seluruh organisasi perangkat daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan belanja pemerintah tetap efektif dan tepat sasaran.
Sejumlah kebijakan efisiensi yang disiapkan antara lain pengurangan perjalanan dinas yang tidak mendesak, penghentian belanja nonprioritas, serta optimalisasi program yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik.
Baca Juga : Kontingen Popda Kubu Raya 2026 Resmi Dilepas, Targetkan Prestasi Terbaik
Selain efisiensi, pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk mendukung pembangunan di sektor prioritas.
Di sisi lain, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi fokus utama. Pemkab Kubu Raya menaikkan target PAD dari Rp300 miliar menjadi Rp325 miliar pada tahun mendatang.
Saat ini, kontribusi PAD terhadap total APBD Kubu Raya masih berada di kisaran 14 persen. Pemerintah menargetkan kontribusi tersebut dapat meningkat hingga di atas 30 persen dalam jangka panjang demi memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Sujiwo optimistis, meski tantangan anggaran ke depan cukup berat, pembangunan di Kubu Raya tetap dapat berjalan dengan dukungan semua pihak.
“Situasi ini memang tidak mudah, tetapi dengan kerja sama antara pemerintah, DPRD, dan dukungan masyarakat, saya yakin Kubu Raya tetap bisa terus membangun,” pungkasnya.*
