BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Generasi muda Kalimantan Barat didorong untuk lebih proaktif dalam meningkatkan kualitas diri guna menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menegaskan bahwa masa depan daerah dan bangsa sangat bergantung pada kapasitas, karakter, serta jejaring yang dibangun oleh anak muda sejak sekarang.
Pesan tersebut disampaikan Harisson saat menghadiri kegiatan Sharing Session di Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang mengangkat tema kemitraan bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia itu turut dihadiri Ketua Komisi II DPR RI serta Direktur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan menjadi ruang diskusi inspiratif bagi pelajar maupun Praja Muda IPDN.
Di hadapan para calon pemimpin masa depan, Harisson menekankan bahwa kemampuan akademik semata tidak cukup untuk menciptakan perubahan nyata. Menurutnya, generasi muda harus memiliki kombinasi antara kecerdasan intelektual, integritas moral, dan kemampuan komunikasi yang baik.
Hal tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu bersaing di era global sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Anak-anak muda harus terus meningkatkan kompetensi. Persiapkan diri sejak sekarang agar mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif bagi daerah maupun bangsa,” tegas Harisson.
Ia menilai perkembangan zaman yang berlangsung sangat cepat menuntut anak muda untuk lebih adaptif, memiliki wawasan luas, serta berani mengambil peran sejak dini.
Baca Juga : Border Temajuk-Teluk Melano Resmi Dibuka Agustus 2026
Harisson juga menyoroti pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
Menurutnya, forum seperti Sharing Session menjadi momentum strategis bagi generasi muda untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, dan memperkaya perspektif dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.
Kerja sama antara pemerintah dan institusi pendidikan seperti IPDN dinilai menjadi langkah penting dalam mencetak kader pemimpin yang unggul dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Ada tiga poin utama yang ditekankan dalam forum tersebut, yakni peningkatan kompetensi melalui penguasaan soft skill dan hard skill, penguatan karakter berbasis integritas dan etika publik, serta pentingnya membangun jejaring sejak dini.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Minta Dukungan DPR RI untuk Percepat Pemekaran Kapuas Raya
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjut Harisson, berkomitmen terus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pemimpin masa depan harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi daerah dengan visi yang kuat dan semangat pengabdian yang tinggi.
Harisson menutup pesannya dengan optimisme bahwa anak muda Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama pembangunan bangsa.
Dengan persiapan yang matang, peningkatan kapasitas, dan kerja keras, generasi muda Kalbar diyakini mampu berkontribusi besar dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan sejahtera pada 2045 mendatang.*
