BERIKABARNEWS l WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap aliansi pertahanan Amerika Serikat dengan negara-negara Eropa. Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Trump menyebut hubungan antara Washington dan NATO sebagai sesuatu yang “sepihak” dan “konyol”.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Kamis (2/7/2026). Dalam unggahannya, Trump menyoroti minimnya dukungan timbal balik dari negara-negara anggota NATO terhadap Amerika Serikat.
“Mereka tidak ada di sana untuk kita!” tulis Trump.
Komentar itu kembali menegaskan pandangan Trump yang selama ini kerap mempertanyakan manfaat aliansi pertahanan transatlantik bagi Amerika Serikat. Menurutnya, kerja sama pertahanan antara AS dan Eropa saat ini belum berjalan secara seimbang karena beban terbesar masih ditanggung Washington.
Trump menilai hubungan pertahanan dengan sekutu Eropa seharusnya dibangun atas dasar resiprokal atau saling menguntungkan. Namun, ia menganggap kondisi saat ini justru menunjukkan ketimpangan dalam pembagian tanggung jawab.
Kritik Trump terhadap aliansi pertahanan AS dan Eropa muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Dalam beberapa kesempatan, Trump juga mengkritik respons negara-negara Eropa terhadap konflik yang melibatkan Iran.
Baca Juga : Negosiasi AS-Iran Dimulai di Doha, Stabilitas Selat Hormuz Dipertaruhkan
Ketidakpuasan Washington disebut semakin meningkat setelah sejumlah negara anggota NATO membatasi penggunaan pangkalan militer mereka bagi pasukan Amerika Serikat. Situasi ini memunculkan perdebatan mengenai komitmen bersama dalam menjaga keamanan regional.
Di sisi lain, Trump terus mendorong negara-negara Eropa agar mengambil tanggung jawab lebih besar dalam memperkuat sistem pertahanan mereka sendiri. Sejalan dengan sikap tersebut, pemerintah Amerika Serikat dikabarkan mulai mengurangi sebagian komitmen militernya di kawasan Eropa.
Selain mengkritik komitmen politik sekutu Eropa, Trump juga menyoroti ketimpangan anggaran pertahanan dalam NATO. Dalam unggahan yang sama, ia membagikan grafik yang menunjukkan perbedaan besar kontribusi anggaran antarnegara anggota.
Data tersebut memperlihatkan bahwa Amerika Serikat masih menjadi penyumbang terbesar dalam belanja pertahanan NATO. Isu pembagian beban pertahanan ini telah lama menjadi salah satu kritik utama Trump.
Tekanan yang terus disuarakan Trump sebelumnya mendorong perubahan kebijakan di internal NATO. Pada pertemuan tahun lalu, para pemimpin NATO sepakat meningkatkan target belanja pertahanan hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2035.
Baca Juga : Konflik AS-Iran Kian Memanas, Stabilitas Negara Teluk Terancam
Polemik terkait hubungan pertahanan antara AS dan Eropa diperkirakan menjadi salah satu sorotan utama dalam KTT NATO yang akan digelar di Ankara pada 7–8 Juli 2026. Pertemuan tersebut akan dihadiri 32 negara anggota NATO.
Sejak berdiri pada 1949, NATO telah menjadi pilar utama keamanan Eropa di bawah kepemimpinan Amerika Serikat. Aliansi ini memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan, membendung pengaruh Uni Soviet pada era Perang Dingin, serta memperkuat posisi Washington sebagai kekuatan global.
Kini, di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, NATO menghadapi tantangan besar untuk menjaga soliditas internal di tengah retorika keras dari Presiden Amerika Serikat.*
Sumber :
AFP
