Amirullah: Keberhasilan Program Kesehatan Diukur dari Dampak, Bukan Besarnya Anggaran

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah saat membuka Pendampingan Performance Improvement Plan (PIP) DAU-Specific Grant Bidang Kesehatan Tahap II Tahun 2026-2027 di Aula A Muis Amin Bapperida Pontianak, Rabu (15/7/2026).

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari besarnya anggaran yang diterima atau tingkat realisasi belanja.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pendampingan Performance Improvement Plan (PIP) DAU-Specific Grant Bidang Kesehatan Tahap II Tahun 2026–2027 di Aula A Muis Amin Bapperida Kota Pontianak, Rabu (15/7/2026).

Menurut Amirullah, Pemerintah Kota Pontianak telah memperoleh banyak pembelajaran sejak pelaksanaan pendampingan tahap pertama yang melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, dan World Bank. Berbagai indikator prioritas kesehatan telah dikaji melalui gap analysis, fishbone analysis, hingga root cause analysis.

“Hasilnya bukan hanya daftar permasalahan, tetapi sebuah peta jalan atau roadmap yang menjelaskan akar persoalan, faktor penyebab, peluang perbaikan, serta strategi intervensi yang paling efektif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahap kedua pendampingan, fokus diarahkan pada finalisasi Rencana Peningkatan Kinerja (RPK), penyelarasan dengan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, serta memastikan implementasi program berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga : Yanieta Tekankan Pentingnya PAUD Holistik Integratif untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Menurutnya, skema DAU-Specific Grant menerapkan prinsip performance-based financing atau pembiayaan berbasis kinerja. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya dituntut mampu menyerap anggaran, tetapi juga menghasilkan dampak yang jelas bagi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan bukanlah besarnya anggaran yang diterima daerah, melainkan besarnya perubahan yang mampu diwujudkan melalui penggunaan anggaran tersebut,” tegas Amirullah.

Ia menambahkan, tingginya realisasi anggaran tidak akan bermakna apabila tidak diikuti peningkatan kualitas layanan kesehatan, perbaikan indikator kesehatan, dan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

“Bukan karena realisasi anggarannya semakin besar, tetapi dampaknya, outcome-nya, yang kita harapkan dari kegiatan ini,” katanya.

Pendampingan Performance Improvement Plan DAU-Specific Grant Bidang Kesehatan Tahap II Tahun 2026–2027 di Aula A Muis Amin Bapperida Pontianak.
Pendampingan Performance Improvement Plan DAU-Specific Grant Bidang Kesehatan Tahap II Tahun 2026–2027 di Aula A Muis Amin Bapperida Pontianak.

Amirullah juga menjelaskan bahwa pengukuran keberhasilan pembangunan kini semakin komprehensif. Jika sebelumnya lebih banyak bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, kini indikator pembangunan juga mencakup kualitas hidup masyarakat, termasuk sektor kesehatan.

Ia menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak telah berada pada kisaran 82, sementara angka harapan hidup masyarakat mencapai sekitar 76 tahun.

“Artinya, seseorang yang lahir sekarang di Kota Pontianak memiliki harapan hidup hingga sekitar 76 tahun ke depan,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap capaian tersebut terus ditingkatkan melalui perencanaan program kesehatan yang berbasis data, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil.

Baca Juga : Manajemen Talenta ASN Pontianak, Bahasan: Semua Punya Peluang Karier

Amirullah juga mengingatkan seluruh peserta agar memanfaatkan pendampingan ini secara maksimal. Menurutnya, penyusunan program yang baik harus diawali dengan identifikasi masalah, analisis penyebab, penyusunan alternatif solusi, rencana aksi, perhitungan kebutuhan anggaran, hingga penentuan sumber pembiayaan.

“Itu cara membuat perencanaan yang benar. Mulai dari identifikasi masalah, cari penyebabnya, siapkan alternatif pemecahan, buat rencana aksi, ukur biaya yang dibutuhkan, lalu tentukan sumber dananya,” ungkapnya.

Ia menilai pendampingan dari berbagai pihak menjadi nilai tambah bagi pemerintah daerah karena mampu memperluas wawasan dan memperkuat kualitas perencanaan pembangunan.

“Dengan pendampingan, ada hal-hal yang tidak kita ketahui bisa dibantu oleh pendamping. Ilmu kita menjadi lebih luas,” pungkasnya.*

Penyapu Jalan Jadi Garda Terdepan Kebersihan Pontianak, Petugas Terima Sembako

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Penyapu jalan menjadi garda...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat penyerahan sembako kepada para petugas kebersihan dalam rangkaian Gerakan Indonesia Asri di Kantor Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).

Maulid Akbar Jadi Momentum Doakan Pontianak Tetap Rukun dan Dijauhkan dari Bencana

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menghadiri Maulid Akbar dan milad ke-9 Majelis Ansharul Mustafa di kawasan Alun-alun Kapuas.

Singkawang Gelar PKD 2026, Budaya Jadi Kekuatan Pembangunan

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang menggelar...

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Wakil Wali Kota Muhammadin membuka Pekan Kebudayaan Daerah Singkawang 2026 di depan Kantor Wali Kota. (Foto: Prokopim SKW)

Rembuk Budaya APEKSI 2026, Edi Kamtono Dorong Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi Kota

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Wali Kota Pontianak Edi...

2. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dalam pembukaan Rembuk Budaya APEKSI 2026 di Singkawang, Kamis (15/10/2026) malam.

Sekda Amirullah Dorong Pengelolaan BLUD Pontianak Lebih Akuntabel

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Sekretaris Daerah Kota Pontianak,...

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah saat membuka Sosialisasi Penyusunan Laporan Keuangan BLUD di Aula Sultan Syarif Abdurahman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (16/10/2026).

Revitalisasi Sekolah Pontianak, Puluhan Sekolah Terima Bantuan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Program revitalisasi sekolah dari...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat bercengkrama dengan siswa SDN 28 Pontianak, Kamis (15/10/2026).

berita terkini