BERIKABARNEWS l – Eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina kembali meningkat tajam. Saling serang yang terjadi pada Jumat (17/7/2026) menewaskan sedikitnya 10 warga sipil di kedua belah pihak, sementara serangan udara dan drone terus menghantam wilayah permukiman serta infrastruktur.
Lebih dari empat tahun sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, intensitas serangan dari kedua negara masih terus meningkat. Kondisi tersebut memicu bertambahnya korban jiwa di kalangan warga sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Serangan Rusia menyasar sejumlah wilayah di Ukraina, termasuk kota pelabuhan Odesa di pesisir Laut Hitam. Sebuah rudal dilaporkan menghantam gedung apartemen yang dihuni warga.
Wakil Wali Kota Odesa, Oleksandr Filatov, menyatakan serangan itu menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya.
“Salah satu korban tewas merupakan seorang wanita yang sedang berjalan-jalan di taman bersama anak-anak saat serangan terjadi. Beruntung, anak-anak tersebut selamat dan kini sedang mendapatkan penanganan medis serta psikologis,” demikian keterangan resmi badan layanan darurat setempat.
Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut juga merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk rumah ibadah, gedung taman kanak-kanak, dan puluhan kendaraan milik warga.
Baca Juga : AS Gempur Instalasi Militer Iran
Serangan berikutnya terjadi di kota pelabuhan Mykolaiv. Jaksa setempat melaporkan dua orang tewas di atas kapal sipil berbendera asing, sementara dua kapal asing lainnya mengalami kerusakan.
Di sisi lain, Kremlin membantah menargetkan warga sipil. Rusia menegaskan operasi militernya hanya menyasar infrastruktur militer di wilayah selatan Ukraina.
Sementara itu, di garis depan Kota Kherson, serangan artileri Rusia dilaporkan menewaskan seorang perempuan berusia 70 tahun dan melukai lima warga lanjut usia lainnya.
Ukraina kemudian melancarkan serangan balasan menggunakan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah wilayah yang dikuasai Rusia maupun daerah perbatasan.
Di wilayah Kherson yang berada di bawah kendali Moskow, Gubernur bentukan Rusia, Vladimir Vasilenko, menyebut dua orang tewas setelah sebuah drone Ukraina menghantam jalur bebas hambatan.
Baca Juga : Trump Cabut Tarif Selat Hormuz, Kapal Internasional Kembali Melintas
Serangan drone juga dilaporkan terjadi di wilayah Belgorod, Rusia. Sebuah drone kamikaze menghantam sebuah mobil dan menewaskan pengemudinya.
Korban jiwa lainnya dilaporkan terjadi di Kota Gorlivka, wilayah timur Ukraina yang saat ini dikuasai militer Rusia.
Di tengah meningkatnya eskalasi, proses diplomasi untuk mengakhiri perang belum menunjukkan perkembangan berarti. Upaya negosiasi damai yang sebelumnya dimediasi Amerika Serikat dilaporkan kembali terhenti.
Mandeknya komunikasi tersebut disebut terjadi setelah perhatian diplomatik Washington beralih ke konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
Situasi ini semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Ukraina. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Juni 2026 menjadi bulan paling mematikan bagi warga sipil di Ukraina sejak April 2022, dengan sedikitnya 293 orang dilaporkan tewas dalam satu bulan.*
Sumber :
AFP
