Karhutla Mengancam hingga September, Kubu Raya Perketat Upaya Pencegahan

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto bersama Kapolres Kubu Raya membahas kesiapsiagaan penanganan karhutla menjelang puncak musim kemarau.

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Polres Kubu Raya memperketat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

Berbagai upaya disiapkan, mulai dari penguatan koordinasi antarinstansi, penambahan personel survei BPBD, pembangunan embung darurat berbahan terpal, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengatakan hasil pemantauan titik api sejak 8 Maret hingga akhir Juli 2026 menunjukkan ancaman karhutla masih tinggi. Kubu Raya kini tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik api terbanyak ketiga di Kalimantan Barat setelah Ketapang dan Kayong Utara.

Menurutnya, kondisi geografis menjadi tantangan utama karena sekitar 80 persen wilayah Kubu Raya merupakan lahan gambut yang mudah terbakar. Bahkan, di wilayah Sepakat, Sungai Raya, dan Sungai Ambawang, kedalaman gambut mencapai 6 hingga 8 meter sehingga proses pemadaman membutuhkan sumber daya yang lebih besar.

Baca Juga : Karhutla Kubu Raya Hari ke-13, Petugas Berpacu Padamkan Bara di Lahan Gambut

Selain itu, Kubu Raya merupakan daerah penyangga Bandara Internasional Supadio. Karena itu, kebakaran lahan yang memicu kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan apabila tidak segera ditangani.

“Perkiraan kami, hingga September nanti ancaman kebakaran masih cukup tinggi. Karena itu seluruh unsur harus tetap siaga. Kita memiliki personel dan peralatan, tetapi ketika sumber air sulit didapat, pemadaman menjadi jauh lebih berat,” ujar Sukiryanto saat briefing rutin penanganan karhutla.

Sebagai solusi atas keterbatasan sumber air di lapangan, Pemkab Kubu Raya mengusulkan pembangunan embung darurat berbahan terpal dengan estimasi biaya sekitar Rp3,6 juta per unit.

Baca Juga : Angin Kencang Perbesar Karhutla di Kubu Raya, Permukiman Warga Nyaris Terdampak

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia mengatakan jajarannya terus memeriksa kesiapan pasokan air di embung kawasan Jalan Angkasa Pura dan SMA Negeri 4 Sungai Raya sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi karhutla.

AKBP Rensa juga menegaskan pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku pembakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja.

“Cari tahu siapa pemilik lahannya, siapa yang melakukan pembakaran, serta apa motifnya. Jika ada unsur kesengajaan, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Polres Kubu Raya mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta mengajak seluruh warga berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.*

Mitra Jurnalis Kubu Raya Salurkan Air Minum dan Masker untuk Warga Terdampak Karhutla

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Mitra Jurnalis Kubu...

Mitra Jurnalis Kubu Raya menyalurkan air minum dan masker kepada warga terdampak karhutla di Sungai Ambawang. (Prokopim KKR)

Kubu Raya Siapkan Waduk TMP untuk Antisipasi Krisis Air Bersih

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu...

Waduk Taman Makam Pahlawan Kubu Raya disiapkan sebagai sumber air alternatif saat kemarau. (Prokopim KKR)

Tekan Risiko Karhutla, Warga Kubu Raya Diminta Laporkan Hotspot

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Warga Kabupaten Kubu...

Edukasi pencegahan karhutla kepada warga Kubu Raya. (Res-KKR)

Cegah Karhutla, Polres Kubu Raya Perketat Patroli Malam

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Tim Operasi Aman...

Tim Polres Kubu Raya melakukan patroli malam untuk mencegah karhutla kembali muncul. (Res-KKR)

Karhutla 4 Hektare di Kubu Raya Masih Did­inginkan Petugas

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Petugas gabungan masih...

Petugas melakukan pendinginan lahan bekas karhutla di Parit Seruat Kubu Raya. (Res-KKR)

Bakar Sampah, Api Lahap 0,3 Hektare Lahan Warga di Sanggau

BERIKABARNEWS l SANGGAU – Kebakaran lahan terjadi di...

Petugas memadamkan kebakaran lahan di Parindu, Sanggau. (Res-Sgu)

berita terkini