BERIKABARNEWS l SANGGAU – Polsek Sekayam memeriksa tiga titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kamis (20/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pengecekan langsung atau ground checking dipimpin Kapolsek Sekayam AKP Dr. Sutikno. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dengan mengacu pada data pemantauan aplikasi BRIN Fire Hotspot, SIPONGI, dan Lancang Kuning.
Dari hasil pemantauan satelit, dua titik panas berada pada tingkat kerawanan sedang (medium), sedangkan satu titik lainnya masuk kategori tinggi (high).
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di lapangan, ketiga titik tersebut diketahui berada di lahan pertanian milik warga yang sedang dikelola.
Baca Juga : Kabut Asap Makin Parah, Kualitas Udara Kubu Raya Masuk Kategori Hitam
Satu titik berada di Dusun Raut Muara, Desa Raut Muara. Lokasi tersebut merupakan lahan pertanian seluas sekitar 0,8 hektare yang sedang disiapkan untuk penanaman padi.
Sementara itu, titik kedua ditemukan di Dusun Miruk, Desa Malenggang, berupa lahan bercocok tanam seluas kurang lebih 0,5 hektare.
Adapun titik ketiga berada di Dusun Sungai Daun, Desa Malenggang. Lahan seluas sekitar 0,3 hektare itu dimanfaatkan warga untuk menanam padi, cabai, dan jagung.
Berdasarkan hasil pendataan, aktivitas pengelolaan lahan dilakukan masyarakat secara gotong royong dengan luas masing-masing di bawah dua hektare. Kegiatan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan perangkat desa dan pengurus adat setempat.
Sebagai langkah antisipasi karhutla, warga menyiapkan peralatan pemadam sederhana, seperti ember dan tangki semprot atau solo.
Baca Juga : Titik Api Ditemukan di Punggur Kecil Kubu Raya, Tim SAR Langsung Padamkan
Kapolsek Sekayam AKP Sutikno mengatakan pemeriksaan langsung penting dilakukan untuk memastikan informasi titik panas yang terdeteksi satelit sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Setiap informasi hotspot harus kita tindak lanjuti dengan pengecekan langsung. Kami ingin memastikan apakah benar terdapat api di titik tersebut, bagaimana kondisi lahannya, dan apakah masih ada potensi api yang dapat meluas,” ujar Sutikno.
Ia menegaskan, pengecekan tersebut juga bertujuan memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
Sutikno turut mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh kemunculan titik panas, terutama saat cuaca kering. Warga diminta segera melapor apabila menemukan api atau asap agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.*
