BERIKABARNEWS l KUCHING – Sarawak mengenang jasa personel militer dan veteran yang bertugas selama Konfrontasi Malaysia-Indonesia dalam peringatan 60 tahun Perjanjian Damai Malaysia-Indonesia 1966.
Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Datuk Seri Abdul Karim Rahman Hamzah, menyampaikan penghormatan tersebut dalam acara yang digelar di Brooke Hall & Memorial Square, Kampus IPG Batu Lintang, Kuching.
Sejumlah veteran dari Australia, Selandia Baru, Inggris hingga pasukan Gurkha turut hadir bersama keluarga dalam peringatan tersebut.
Baca Juga : Diguyur Hujan Dua Hari, Udara Kuching Berangsur Baik
Abdul Karim mengatakan, kehadiran para veteran mengingatkan masyarakat bahwa sejarah Konfrontasi di Borneo tidak hanya tentang konflik dan pertempuran. Di baliknya terdapat pengorbanan para personel militer yang berjuang demi terciptanya perdamaian bagi generasi berikutnya.
“Sebagian dari mereka gugur dalam pengorbanan untuk membebaskan atau menghadirkan kedamaian di wilayah ini. Kepada seluruh veteran yang hadir dari dekat maupun jauh, kami berterima kasih atas jasa Anda,” ujar Abdul Karim yang dikutip dari Suara Sarawak.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para veteran, rekan-rekan mereka, serta keluarga yang turut menghadapi berbagai dampak selama masa Konfrontasi Malaysia-Indonesia.
Baca Juga : Akhirnya Hadir di Sarawak, IKEA Buka Toko Pertama di Kuching
Abdul Karim menuturkan, sejarah Borneo tidak terlepas dari dukungan Australia, Selandia Baru dan Inggris selama masa Konfrontasi. Pasukan Gurkha juga dikenang atas keberanian dan ketangguhan mereka selama bertugas di wilayah tersebut.
Kini, para veteran yang dahulu berada di tengah konflik dapat berkumpul dalam suasana damai. Menurut Abdul Karim, perubahan dari medan konflik menjadi hubungan persahabatan menjadi salah satu warisan penting dari perjalanan Malaysia dan Indonesia.
Momen tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa perdamaian mampu mengubah hubungan antarbangsa. Karena itu, sejarah Konfrontasi Malaysia-Indonesia perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Abdul Karim berharap nilai-nilai perdamaian yang lahir dari perjalanan sejarah tersebut tetap dijaga. Generasi mendatang diharapkan dapat memahami pengorbanan para veteran sekaligus mempertahankan hubungan baik yang telah terjalin antara Malaysia dan Indonesia.*
