BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kemarau dan kabut asap yang melanda Kalimantan Barat mendorong Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak umat Islam mengikuti salat istisqa dan doa bersama untuk memohon hujan.
Salat istisqa akan digelar Sabtu (29/8/2026) pukul 07.00 WIB di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
Edi mengatakan, cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko kebakaran, baik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun bangunan. Karena itu, selain penanganan teknis, pemerintah mengajak masyarakat melakukan ikhtiar melalui doa.
“Hari Sabtu, umat Islam kita imbau untuk melaksanakan salat istisqa. Jam 7 pagi di halaman Masjid Raya Mujahidin, kita bersama-sama berdoa meminta hujan,” ujar Edi, Jumat (28/8/2026).
Ajakan salat istisqa tersebut merupakan imbauan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, Kakanwil Kementerian Agama Kalbar, serta Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
Edi berharap hujan yang turun dapat membantu mengatasi karhutla, mengurangi kabut asap, dan memperbaiki kualitas udara di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak.
Baca Juga : Sempat Tinggal di Motor Air, Hasan Kini Punya Tempat Tinggal Sementara
Di tengah kondisi cuaca panas dan kering, Edi juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran bangunan. Menurutnya, korsleting listrik menjadi salah satu penyebab utama kebakaran.
Warga diimbau memeriksa jaringan listrik dan memastikan peralatan elektronik dimatikan atau dicabut ketika rumah ditinggalkan.
“Saya mengimbau warga lebih waspada, terutama jaringan listrik. Kalau ditinggal, peralatan listrik harus dimatikan atau dicabut. Sebagian besar penyebabnya korsleting,” katanya.
Untuk mencegah kebakaran lahan, BPBD Kota Pontianak melakukan patroli dan sosialisasi setiap hari. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kita setiap hari sudah patroli dan sosialisasi. Tapi yang paling penting, masyarakat saling menjaga, jangan membakar sampah. Di lahan gambut, api kecil kalau tidak benar-benar padam bisa melebar,” tegas Edi.
Baca Juga : Waduk Penepat Dioptimalkan, Pasokan Air Bersih Pontianak Diperkuat
Pemkot Pontianak juga mengimbau masyarakat, rumah ibadah, perkantoran, dan pemangku kepentingan mengurangi atau menunda aktivitas luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.
Sekolah juga menerapkan pembelajaran daring selama kondisi udara tidak sehat. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker, khususnya kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
Pemkot Pontianak memastikan puskesmas dan rumah sakit bersiaga selama 24 jam untuk menangani warga yang terdampak kondisi udara.
Selain itu, Posko Segar Karang Taruna di kawasan PMI disiapkan untuk membantu masyarakat. Posko tersebut menyediakan oksigen gratis, pemeriksaan kesehatan, serta bantuan bagi petugas dan warga yang membutuhkan.*
