BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, memasuki hari ke-11 penanganan.
Pada Senin (31/8/2026), tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Berdasarkan hasil pengecekan lapangan bersama Manggala Agni, luas lahan yang terdampak karhutla diperkirakan mencapai sekitar 22 hektare.
Karhutla Singkawang tersebut melanda kawasan lahan gambut yang ditumbuhi ilalang, pakis, serta semak belukar kering. Kebakaran juga merambah perkebunan produktif milik warga.
Baca Juga : Sisa Bara Karhutla di Sungai Rasau Singkawang Terus Diburu
Sejumlah tanaman yang terdampak meliputi sawit, karet, nanas, hingga rambutan.
Penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan perhatian khusus. Panas yang tersimpan di bawah permukaan tanah dapat memicu munculnya kembali bara api.
Ditambah kondisi cuaca terik selama musim kemarau, potensi munculnya titik api baru masih cukup tinggi. Karena itu, petugas terus melakukan penyisiran dan pendinginan di kawasan yang telah terbakar.
Sebanyak 106 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla di Sungai Rasau. Mereka terdiri atas personel Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, BKO Brimob Polda Kalbar, TNI, Manggala Agni, BPBD Kota Singkawang, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sungai Rasau.
Pemadaman dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan air dari parit dan kanal yang berada sekitar 250 hingga 500 meter dari titik api.
Petugas menggunakan mesin pompa portabel untuk mengalirkan air ke lokasi kebakaran. Upaya pemadaman juga didukung tiga unit mobil tangki air (water tank) milik TNI AD.
Baca Juga : Polisi dan Warga Berjibaku Jinakkan Karhutla di Sungai Selamat
Meski api utama berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan kepulan asap tipis yang keluar dari lapisan tanah.
Kondisi tersebut membuat proses penyisiran dan pendinginan masih harus dilakukan secara intensif. Petugas memastikan tetap berada di lokasi hingga seluruh area gambut dinyatakan benar-benar padam dan aman.
Sementara itu, penyebab pasti karhutla di Jalan Senen masih dalam penyelidikan kepolisian.
Petugas juga terus memantau lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, mengingat sebagian area merupakan lahan gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan.*
