BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Masyarakat diminta tidak hanya mewaspadai gangguan pernapasan saat kabut asap melanda, tetapi juga menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah diare.
Apoteker RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Fikri Destari, mengatakan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi langkah penting dalam mencegah diare.
“Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat tetap perlu memperhatikan PHBS. Pastikan tangan selalu dicuci dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah buang air besar. Selain itu, pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih serta air yang digunakan aman,” kata Fikri saat memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (16/7/2026).
Diare ditandai dengan buang air besar lebih sering dari biasanya dengan konsistensi tinja yang lebih cair. Kondisi ini dapat dipicu infeksi yang berkaitan dengan kebersihan makanan, minuman, tangan, dan lingkungan.
Baca Juga : ‘Melangkah untuk Sehat’, RSUD SSMA Pontianak Ajak Warga Kenali Kondisi Tubuh
Fikri mengingatkan masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari makanan yang diragukan kebersihannya, serta memastikan makanan dimasak hingga matang.
Keamanan air yang digunakan untuk minum dan kebutuhan sehari-hari juga perlu diperhatikan.
Saat mengalami diare, masyarakat juga diminta tidak sembarangan mengonsumsi obat. Hal utama yang harus diperhatikan adalah mencegah kekurangan cairan dan elektrolit.
“Ketika mengalami diare, yang paling penting adalah menjaga kecukupan cairan. Oralit dapat digunakan untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Penggunaan obat diare lainnya perlu disesuaikan dengan kondisi dan penyebabnya,” ujarnya.
Fikri menegaskan antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan. Tidak semua kasus diare membutuhkan antibiotik karena penggunaannya harus berdasarkan indikasi medis.
Masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau apoteker sebelum menggunakan obat, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit lain atau sedang mengonsumsi obat rutin.
Baca Juga : Cegah Penularan TBC dengan Deteksi Dini dan Pengobatan Sampai Tuntas
Pertolongan medis sebaiknya segera dicari jika diare disertai lemas berat, sulit minum, muntah terus-menerus, darah dalam tinja, demam tinggi, atau tanda-tanda dehidrasi.
Bayi, anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya juga perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko mengalami dehidrasi.
“Jangan hanya fokus pada kondisi kabut asap, tetapi tetap perhatikan kesehatan secara menyeluruh. Terapkan PHBS, jaga asupan cairan, dan gunakan obat secara tepat agar diare dapat ditangani dengan baik,” kata Fikri.*
