BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan mendorong penguatan sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pariwisata untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan coffee morning yang dipimpin Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bank Indonesia (BI) di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (23/10/2026).
Pertemuan itu membahas penguatan koordinasi lintas sektor, terutama untuk menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan tata kelola birokrasi, dan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Temui Mahasiswa, Bahas Karhutla dan BBM
Dalam pertemuan bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi vertikal tersebut, Ria Norsan mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kalbar yang mencapai 5,61 persen pada Triwulan II 2026.
Meski mencatatkan pertumbuhan positif, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak berpuas diri. Menurutnya, capaian ekonomi harus diikuti dengan upaya memperkuat sektor-sektor utama sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Kalbar menunjukkan tren yang positif. Namun, kita tidak boleh cepat puas. Sektor-sektor penggerak utama harus terus didukung agar manfaat pertumbuhan dirasakan masyarakat,” tegas Ria Norsan.

Baca Juga : HUT ke-255 Pontianak, Pemprov Kalbar Apresiasi Capaian Pembangunan
Pemprov Kalbar mendorong optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, UMKM, dan pariwisata untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain penguatan sektor usaha, Ria Norsan menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, menghadirkan pelayanan birokrasi yang responsif, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan hasil pembangunan dirasakan masyarakat secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Kalbar.
Melalui sinergi Pemprov Kalbar, BI, BPS, dan para pemangku kepentingan, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan.*
