BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Kalimantan Barat (Kalbar). Sebanyak 12 penerbangan internasional rute Singapura–Pontianak pulang pergi (PP) di Bandara Supadio sempat dibatalkan akibat menurunnya jarak pandang.
Selain rute internasional, sejumlah penerbangan domestik dari dan menuju wilayah Kalbar, termasuk Ketapang dan Singkawang, juga terdampak. Pada periode 22–25 Oktober 2026, maskapai mengonfirmasi pembatalan puluhan penerbangan domestik.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan, penyesuaian jadwal hingga pembatalan dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan ketika jarak pandang di sekitar bandara berada di bawah batas minimum operasional.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Temui Mahasiswa, Bahas Karhutla dan BBM
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub mencatat 12 penerbangan internasional rute Singapura–Pontianak PP di Bandara Supadio sempat dibatalkan akibat pekatnya kabut asap.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian operasional penerbangan.
“Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” tegas Lukman dalam keterangan resminya.
Dampak kabut asap juga tercatat secara nasional. Selama periode 11 Agustus hingga 21 Oktober 2026, sebanyak 2.775 penerbangan berjadwal domestik di berbagai wilayah Indonesia mengalami gangguan.
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap karhutla, Kemenhub meminta pengelola bandara di wilayah terdampak, termasuk Bandara Supadio dan sejumlah bandara daerah di Kalbar, meningkatkan kesiapsiagaan.
Pengelola bandara berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menerapkan Low Visibility Procedures (LVP), yakni prosedur operasional ketika jarak pandang rendah. Otoritas bandara juga menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) secara berkala.
Baca Juga : Izin 6 Perusahaan Dibekukan, Kemenhut Tegas Tangani Karhutla
Sementara itu, pemadaman karhutla melalui udara menggunakan metode water bombing terus dilakukan. Hingga pertengahan Oktober 2026, sebanyak 39 pesawat telah dikerahkan untuk melaksanakan lebih dari 5.300 siklus penerbangan pemadaman titik api di wilayah terdampak.
Kemenhub mengimbau calon penumpang yang hendak bepergian dari atau menuju Kalbar untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun pengelola bandara.
Penumpang yang terdampak pembatalan atau penundaan diminta segera menghubungi maskapai untuk mengurus penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian biaya tiket (refund) sesuai ketentuan yang berlaku.*
