Polda Metro Jaya Bongkar 7.406 Kasus Narkoba Akhir 2025

Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus periode Oktober–Desember 2025. (Foto: instagram.com/ditresnarkoba_pmj)

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Sepanjang periode Oktober hingga Desember 2025, kepolisian berhasil mengungkap 7.406 kasus tindak pidana narkoba dengan total 9.874 tersangka dari berbagai peran.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Dedy Anung Kurniawan, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil dari operasi intensif yang dilakukan secara berkelanjutan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dari ribuan tersangka yang diamankan, mayoritas berperan sebagai pengguna dan pengedar narkoba.

Berdasarkan pemetaan kepolisian, tersangka terdiri dari produsen, bandar, pengedar, hingga pengguna atau pecandu. Secara demografis, sebagian besar tersangka merupakan laki-laki, sementara puluhan lainnya masih berstatus anak dan masuk kategori Anak Berhadapan dengan Hukum.

Polisi juga menangkap puluhan warga negara asing dari sejumlah negara, menandakan jaringan narkotika yang diungkap bersifat lintas negara.

Selain mengamankan tersangka, polisi menyita barang bukti narkotika dengan total berat mencapai 2,743 ton. Jenis narkoba yang paling dominan adalah sabu dan ganja, disusul tembakau sintetis dan ribuan butir ekstasi. Jika dikonversi, nilai barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp1,56 triliun.

Pengungkapan ini disebut mampu menyelamatkan jutaan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga : Polri Gagalkan Peredaran Narkoba Menjelang DWP 2025 Bali

Dalam penanganan kasus, Polda Metro Jaya menerapkan pendekatan hukum yang berimbang. Sebagian tersangka diproses melalui jalur peradilan pidana, sementara lainnya mendapatkan penanganan rehabilitasi melalui mekanisme restorative justice.

AKBP Dedy menegaskan bahwa wilayah Jakarta dan sekitarnya masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran narkotika. Karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektor dan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Langkah penegakan hukum ini sejalan dengan program Kapolda Metro Jaya Jakarta, yang menitikberatkan perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman, termasuk kejahatan narkotika. *

 

Sumber :

TBNews

Dua Kali Mangkir dari Panggilan, Tersangka TPPO Akhirnya Dibekuk

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Setelah dua kali mangkir...

Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto saat memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait penangkapan tersangka kasus TPPO.

Rumah Diduga Jadi Tempat Transaksi Sabu, Pria di Ketapang Diciduk Polisi

BERIKABARNEWS l KETAPANG – Sebuah rumah di Desa...

Petugas Polsek Kendawangan menunjukkan barang bukti sabu saat menangkap pria di Ketapang yang diduga menjadi pengedar narkoba.

Mafia BBM dan PETI Dibongkar, 34 Tersangka Diamankan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Polda Kalimantan Barat kembali...

Konferensi pers Polda Kalbar terkait pengungkapan mafia BBM dan PETI.

Gagal Kabur, Pencuri Motor Diciduk Warga di Bengkel

BERIKABARNEWS l SEKADAU – Upaya kabur seorang pencuri...

Polisi mengamankan pencuri motor di bengkel wilayah Sekadau Hilir.

4 Pelaku Sabu Ditangkap, Polisi Ungkap Jaringan dalam Waktu Singkat

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Aparat Polres Singkawang kembali...

Petugas Polres Singkawang mengamankan pelaku jaringan sabu dalam Operasi Pekat Kapuas 2026.

53 Pelaku Narkoba Diamankan, Polisi Ungkap 32 Kasus

BERIKABARNEWS l KETAPANG – Aparat kepolisian berhasil mengungkap...

Kapolres Ketapang rilis pengungkapan 32 kasus narkoba dengan 53 tersangka.

berita terkini