BERIKABARNEWS l – Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja kembali meningkat setelah militer Thailand dilaporkan melepaskan tembakan ke wilayah Kamboja, Senin. Insiden tersebut mengakibatkan seorang warga negara Tiongkok terluka dan merusak permukiman sipil di Provinsi Battambang.
Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan tembakan artileri dari arah Thailand menghantam kawasan sipil. Akibatnya, satu rumah warga hancur total dan seorang warga negara asing asal Tiongkok mengalami luka-luka.
Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di Kota Poipet, wilayah perbatasan yang padat penduduk. Tembakan ke arah kawasan tersebut menyebabkan kerusakan properti sipil dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga non-kombatan.
Dalam beberapa pekan terakhir, konflik bersenjata kedua negara kembali memanas dengan intensitas yang meningkat. Laporan menyebutkan penggunaan persenjataan berat, mulai dari tank tempur, artileri jarak jauh, hingga drone. Hingga kini, bentrokan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 23 orang di pihak Thailand dan 20 orang di pihak Kamboja.
Baca Juga : Aksi Brutal di Metro Taipei, Orang Tua Pelaku Berlutut Usai Putranya Tewas
Sengketa perbatasan Thailand–Kamboja berakar pada penetapan garis demarkasi era kolonial sepanjang sekitar 800 kilometer, ditambah klaim kepemilikan situs dan reruntuhan kuil kuno di kawasan perbatasan yang kerap memicu ketegangan diplomatik dan militer.
Menanggapi insiden yang melibatkan warganya, Pemerintah Tiongkok mengambil langkah diplomatik. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengungkapkan telah bertemu dengan utusan khusus Tiongkok, Deng Xijun, di Bangkok. Tiongkok menyatakan keprihatinan dan menegaskan sikap netral serta keinginannya melihat stabilitas kawasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, juga menyerukan agar Thailand dan Kamboja segera menahan diri dan mengupayakan gencatan senjata. Tiongkok berharap konflik dapat diselesaikan melalui dialog demi menjaga perdamaian dan keamanan regional. *
Sumber :
AFP
