Diplomasi Ukraina: Menlu Sebut Trump Kunci Akhiri Perang dengan Rusia

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha memberikan pernyataan terkait peran Donald Trump dalam upaya perdamaian Ukraina–Rusia.

BERIKABARNEWS l KYIV – Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menegaskan bahwa penyelesaian konflik dengan Rusia membutuhkan langkah politik di level tertinggi. Menurutnya, pertemuan langsung antara para pemimpin kedua negara menjadi kunci untuk menuntaskan isu-isu paling krusial dalam negosiasi damai. Dalam konteks itu, Sybiha menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki peran penentu.

Ukraina kini berupaya memacu jalur diplomasi setelah perang berlangsung selama empat tahun. Kyiv ingin memanfaatkan momentum mediasi Amerika Serikat sebelum perhatian Washington teralihkan oleh dinamika politik domestik, termasuk pemilu paruh waktu Kongres pada November mendatang.

Berbicara dalam wawancara eksklusif, Sybiha menyebut sebagian besar dari 20 poin rencana perdamaian sudah berada di jalur kesepakatan. Namun, beberapa poin paling sensitif dinilai hanya bisa diselesaikan melalui dialog langsung antarpemimpin.

“Isu-isu tersulit harus diputuskan di tingkat tertinggi. Hanya Presiden Trump yang punya kekuatan politik untuk menghentikan perang ini,” ujarnya.

Meski perundingan trilateral yang dimediasi AS di Abu Dhabi pekan ini belum menghasilkan terobosan besar, perkembangan positif tetap terlihat. Ukraina dan Rusia sepakat melakukan pertukaran 314 tawanan perang. Presiden Volodymyr Zelenskyy juga mengonfirmasi usulan Amerika Serikat untuk menggelar putaran negosiasi lanjutan di Miami pada pekan depan.

Namun, jurang perbedaan antara Kyiv dan Moskow masih lebar, terutama terkait isu teritorial dan keamanan strategis. Rusia bersikeras menuntut sisa wilayah Donetsk yang belum dikuasainya, tuntutan yang ditolak tegas Ukraina. Selain itu, Kyiv menuntut pengembalian kendali penuh atas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, fasilitas nuklir terbesar di Eropa yang masih berada di bawah pendudukan Rusia.

Sejumlah laporan menyebutkan draf kesepakatan damai ditargetkan rampung pada Maret 2026. Jika tercapai, kesepakatan tersebut berpotensi diikuti referendum nasional dan pemilihan umum di Ukraina pada Mei mendatang.

Baca Juga : AS Usulkan Florida Jadi Tuan Rumah Perundingan Langsung Ukraina–Rusia

Di sisi lain, Ukraina menaruh perhatian besar pada jaminan keamanan pascagencatan senjata. Sybiha menyatakan bahwa keterlibatan Amerika Serikat sebagai penjamin utama sangat krusial untuk mencegah agresi ulang di masa depan. AS disebut siap memberikan jaminan keamanan yang diratifikasi melalui Kongres sebagai penopang kesepakatan damai.

“Saya tidak percaya pada arsitektur keamanan tanpa Amerika Serikat. Mereka harus terlibat,” tegasnya.

Mekanisme pengawasan gencatan senjata yang dibahas kemungkinan akan mengandalkan teknologi seperti drone, sensor, dan satelit, bukan penempatan pasukan tempur. Meski demikian, beberapa negara selain Inggris dan Prancis dikabarkan menyatakan kesiapan mengirim pasukan sebagai kekuatan pencegah.

Terkait isu kemungkinan pembicaraan bilateral antara Rusia dan Amerika Serikat di luar keterlibatan Kyiv, Ukraina menyampaikan sikap tegas. Pemerintah Ukraina menolak segala bentuk kesepakatan yang dibuat tanpa persetujuan mereka atau yang mengorbankan kedaulatan negara.

Sybiha menegaskan, pengakuan atas klaim Rusia terhadap Krimea atau wilayah Donbas tidak akan pernah diterima. “Kami tidak akan mengakuinya. Ini bukan hanya soal Ukraina, tetapi soal prinsip dasar hukum internasional,” pungkasnya.*

 

Sumber :

Reuters

Serangan Baru AS ke Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

BERIKABARNEWS l – Serangan udara baru yang dilancarkan...

Kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak dunia.

Trump Kembali Kritik Aliansi Pertahanan AS dengan Eropa

BERIKABARNEWS l WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald...

Donald Trump terkait kritikannya terhadap aliansi pertahanan Amerika Serikat dengan negara-negara Eropa.

Negosiasi AS-Iran Dimulai di Doha, Stabilitas Selat Hormuz Dipertaruhkan

BERIKABARNEWS l DOHA – Negosiasi antara Amerika Serikat...

Kota Doha, Qatar, lokasi pembahasan negosiasi AS dan Iran mengenai stabilitas Timur Tengah.

Konflik AS-Iran Kian Memanas, Stabilitas Negara Teluk Terancam

BERIKABARNEWS l – Ketegangan antara Amerika Serikat dan...

Trafik kapal tanker dan kapal kargo melintas padat di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan konflik AS-Iran.

Hizbullah Tolak Perjanjian, Drone Israel Serang Nabatieh

BERIKABARNEWS l BEIRUT – Ketegangan di Lebanon kembali...

Asap mengepul di wilayah Nabatieh, Lebanon, setelah serangan drone Israel di tengah memanasnya konflik dengan Hizbullah.

Ketegangan AS-Iran Mereda, Ancaman Selat Hormuz Masih Bayangi Ekonomi Global

BERIKABARNEWS l – Ketegangan di kawasan Teluk mulai...

Ilustrasi - Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik AS dan Iran.

berita terkini