BERIKABARNEWS l KAYONG UTARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan terus menggencarkan program bantuan pangan untuk masyarakat di daerah rawan pangan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui kegiatan Intervensi Penanganan Kerawanan Pangan Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Rabu (10/6/2026).
Program bantuan pangan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan menekan angka kemiskinan ekstrem di Kalimantan Barat.
Kegiatan penyaluran bantuan dipusatkan di Kantor Desa Pemangkat dan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta perangkat desa setempat.
Hadir dalam kegiatan itu Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Drs. Manto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kayong Utara, Ir. Maluru Nursalam, beserta jajaran pemerintah kecamatan dan desa.
Aparat kepolisian dari Polsek Simpang Hilir juga turut melakukan pengamanan selama proses distribusi bantuan berlangsung agar kegiatan berjalan aman dan tertib.
Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Tekankan Keterbukaan Informasi Bukan Sekadar Formalitas
Sebanyak 100 warga Desa Pemangkat tercatat sebagai penerima bantuan pangan tahun 2026. Bantuan tersebut disambut antusias masyarakat karena dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang masih cukup menantang.
Pemprov Kalbar berharap program bantuan pangan ini tidak hanya meringankan beban pengeluaran masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas gizi warga penerima manfaat.
Selain itu, program intervensi kerawanan pangan juga diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan mandiri secara ekonomi.
Baca Juga : Harga Pertamax Naik per 10 Juni 2026, Kini Rp16.650 per Liter
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengatakan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga aparat desa menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program penanganan kerawanan pangan tersebut diharapkan dapat mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, khususnya di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan perhatian dalam sektor pangan.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis upaya penanganan kerawanan pangan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.*
