BERIKABARNEWS l – Euforia menyelimuti komunitas Venezuela di berbagai belahan dunia menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026). Dari Amerika Latin hingga Eropa, ribuan warga Venezuela yang hidup di pengasingan turun ke jalan merayakan berakhirnya kekuasaan yang selama bertahun-tahun dikaitkan dengan krisis ekonomi dan gelombang eksodus massal.
Bagi hampir delapan juta warga Venezuela yang meninggalkan tanah airnya, kabar jatuhnya Maduro menjadi simbol harapan baru untuk kembali dan memulai kehidupan yang lebih baik di negeri asal mereka.
Di Santiago, Chile, ribuan warga mengibarkan bendera Venezuela dan memenuhi pusat kota dengan sorak-sorai.
“Akhirnya kita bisa pulang. Akhirnya kita memiliki negara yang merdeka,” ujar Yurimar Rojas yang dikutip dari AFP.
Sejumlah migran bahkan mulai menyusun rencana kepulangan setelah bertahun-tahun hidup di luar negeri. Perayaan juga berlangsung meriah di Miami, Amerika Serikat. Massa bernyanyi, mencium bendera nasional, dan meneriakkan “Thank you, Trump” sebagai bentuk apresiasi atas operasi militer yang berujung pada penangkapan Maduro.
“Hari ini mimpi warga Venezuela di luar negeri menjadi kenyataan,” kata Ana Gonzalez, salah satu peserta aksi.
Di Madrid, Spanyol, yang menjadi rumah bagi ratusan ribu warga Venezuela, kerumunan meneriakkan yel-yel kemenangan. Namun, sebagian memilih bersikap hati-hati dan menunggu stabilitas politik di dalam negeri sebelum memutuskan pulang.
Baca Juga : Trump Klaim AS Tangkap Nicolas Maduro Usai Serangan di Caracas
Kolombia, negara yang menampung pengungsi Venezuela terbanyak, menjadi saksi luapan emosi paling mendalam. Banyak warga mengenang penderitaan akibat kelangkaan pangan dan obat-obatan. “Ini adalah keadilan ilahi setelah bertahun-tahun kelaparan dan kesengsaraan,” ujar seorang pengungsi di Bogota dengan mata berkaca-kaca.
Meski perayaan terjadi di berbagai negara, masa depan Venezuela masih dibayangi ketidakpastian. Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan mengawal proses transisi kekuasaan.
Sementara itu, muncul pula protes di sejumlah negara, termasuk di Mexico City, yang menolak intervensi militer Amerika Serikat.
Kini perhatian dunia tertuju pada proses hukum terhadap Nicolas Maduro yang direncanakan akan diadili di Amerika Serikat atas tuduhan perdagangan narkoba, di tengah harapan jutaan warga Venezuela akan dimulainya babak baru bagi negaranya. *
Sumber :
AFP
