BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak tetap menyalurkan bantuan tunai kepada warga berpenghasilan rendah di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
Sebanyak 273 keluarga di Kecamatan Pontianak Timur menerima bantuan masing-masing Rp600 ribu. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Aula Kantor Camat Pontianak Timur, Kamis (13/8/2026).
Edi mengatakan bantuan tersebut menyasar warga yang belum mendapatkan bantuan tunai maupun non-tunai dari pemerintah pusat. Termasuk di antaranya keluarga yang tidak terakomodasi dalam Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurut Edi, Pemkot Pontianak sebenarnya ingin memberikan bantuan secara rutin setiap bulan. Namun, kemampuan anggaran daerah yang terbatas membuat penyaluran harus disesuaikan.
“Inginnya kita memberikan setiap bulan, tapi karena keterbatasan anggaran, adanya pemotongan dari pemerintah pusat sehingga ada efisiensi. Kita hanya bisa menyampaikan penyaluran sebesar Rp600 ribu,” kata Edi.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang membutuhkan.
Baca Juga : Indeks Reformasi Hukum Pontianak Raih Kategori Istimewa dengan Nilai 98,2
Selain bantuan sosial, Edi mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan fasilitas kesehatan melalui kepesertaan BPJS.
Warga diminta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di puskesmas maupun rumah sakit jika membutuhkan penanganan lebih lanjut. Menurut Edi, pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah penyakit menjadi lebih parah.
“Manfaatkan BPJS ini untuk memeriksakan kesehatan di puskesmas terdekat ataupun di rumah sakit kalau sudah berat. Pemeriksaan ini akan bisa mencegah penyakit yang lebih parah,” ujarnya.
Edi juga meminta masyarakat mewaspadai dampak musim kemarau yang masih berlangsung. Minimnya hujan dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan debit Sungai Kapuas menurun dan berpengaruh terhadap kualitas air.
Saat debit sungai surut, intrusi air laut ketika pasang dapat meningkatkan kadar garam sehingga air menjadi payau. Pemkot Pontianak berupaya menjaga kualitas air dengan mencampurkan air baku dari sumber lain untuk menekan kadar garam.
“Kalau airnya sangat payau jangan digunakan untuk minum,” pesannya.
Kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran lahan dan asap. Meski titik kebakaran di Kota Pontianak relatif terbatas, asap dari wilayah lain tetap berpotensi terbawa ke kota.
Baca Juga : Antara Doa dan Ketupat Colet, Hangatnya Robo’-Robo’ di Kota Pontianak
Masyarakat diminta lebih waspada, terutama warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan. Penggunaan masker dianjurkan ketika kualitas udara memburuk, terlebih aktivitas warga meningkat menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Edi berharap musim kemarau tidak berlangsung lama sehingga hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali normal. Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke parit dan saluran air.
“Buanglah sampah di tempat yang sudah kita tentukan, ataupun fasilitas yang sudah ada, sehingga kita bisa mengolahnya dan bisa menjadikan kota yang enak kita bersihkan, terutama parit-parit kita dan rumah kita,” pungkasnya.*
