BERIKABARNEWS l TAIPEI – Ekonomi Taiwan diperkirakan melesat pada 2026 seiring derasnya permintaan global terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI). Ketergantungan Taiwan pada sektor teknologi justru menjadi motor utama pertumbuhan di tengah transformasi digital dunia.
Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik Taiwan (DGBAS) pada Jumat melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2026 diproyeksi tumbuh 7,71 persen. Angka ini melonjak tajam dibandingkan perkiraan November lalu yang hanya 3,54 persen.
Optimisme tersebut ditopang posisi Taiwan sebagai pemain kunci dalam rantai pasok AI global. Perusahaan teknologi dunia seperti Nvidia dan Apple sangat bergantung pada pasokan chip dari Taiwan.
Peran sentral juga dipegang Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip terbesar di dunia yang menjadi tulang punggung berbagai aplikasi AI mutakhir.
DGBAS juga merevisi pertumbuhan ekonomi 2025. Pertumbuhan kuartal IV 2025 sedikit disesuaikan menjadi 12,65 persen, sementara pertumbuhan sepanjang 2025 mencapai 8,68 persen—tercepat dalam 15 tahun terakhir.
Lonjakan pertumbuhan tak lepas dari meningkatnya belanja modal perusahaan penyedia layanan cloud untuk pengembangan AI. Investasi besar tersebut mendorong permintaan kuat terhadap semikonduktor serta produk teknologi informasi dan komunikasi asal Taiwan.
Ekspor Taiwan pada 2026 diprediksi melonjak hingga 22,22 persen secara tahunan (YoY), jauh di atas proyeksi sebelumnya sebesar 6,32 persen. AI dinilai menjadi pendorong pertumbuhan struktural jangka panjang bagi ekonomi berbasis ekspor ini.
Baca Juga : Diplomasi Ukraina: Menlu Sebut Trump Kunci Akhiri Perang dengan Rusia
Risiko Geopolitik dan Kebijakan Moneter
Meski prospeknya cerah, Taiwan tetap mencermati sejumlah risiko, termasuk kemungkinan penundaan belanja modal oleh perusahaan cloud di Amerika Serikat serta ketidakpastian geopolitik global.
Analis Kevin Wang dari Taishin Securities Investment Advisory menilai pertumbuhan yang solid ini berpotensi membuat bank sentral Taiwan mempertahankan suku bunga hingga pertengahan tahun.
Sementara itu, inflasi 2026 diperkirakan berada di level 1,68 persen, masih di bawah target bank sentral sebesar 2 persen, meski sedikit lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya 1,61 persen.
Dengan kombinasi ekspor kuat, investasi AI, dan inflasi terkendali, ekonomi Taiwan 2026 berada pada jalur pertumbuhan yang semakin solid di tengah dinamika global.*
Sumber :
Reuters
