BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kalimantan Barat tahun ini menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan. Di bawah kepemimpinan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan, momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang refleksi sekaligus penegasan arah baru pembangunan pendidikan di Bumi Khatulistiwa.
Visi yang diusung pun tegas: menghadirkan pendidikan yang merata dan inklusif. Artinya, akses pendidikan tidak lagi menjadi privilese segelintir kalangan, melainkan hak seluruh anak hingga ke pelosok daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menempatkan pemerataan akses sebagai prioritas utama. Pendidikan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, baik dari sisi ekonomi maupun geografis.
Sejumlah program strategis pun dijalankan secara terintegrasi, mulai dari perluasan beasiswa pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa kurang mampu, rehabilitasi sekolah untuk meningkatkan kenyamanan belajar, hingga penguatan pendidikan vokasi agar lulusan lebih siap menghadapi dunia kerja.
Baca Juga : Wagub Krisantus Tantang Alumni PMII Jadi Motor Pembangunan Daerah
Upaya pemerataan juga diperkuat melalui dua pendekatan yang saling melengkapi. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi bagi masyarakat kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan layak.
Sementara itu, Sekolah Unggul Garuda difokuskan untuk membina siswa-siswa berprestasi agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Pendekatan ini menunjukkan keseimbangan antara pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat.

Transformasi pendidikan juga menyentuh aspek digital melalui program Internet Rakyat. Inisiatif ini membantu memperkecil kesenjangan akses informasi antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.
Dengan dukungan teknologi, siswa di pedalaman kini memiliki peluang yang sama untuk mengakses materi pembelajaran digital seperti halnya di kota besar.
Baca Juga : Pengukuhan IKKB Jakarta, Ria Norsan Ajak Perantau Dukung Pembangunan Kalbar
Langkah berkelanjutan yang dilakukan Pemprov Kalbar menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi investasi jangka panjang. Kualitas SDM yang unggul diyakini akan mendorong kemajuan daerah secara menyeluruh.
Semangat bahwa pendidikan adalah fondasi utama masa depan terus menjadi landasan dalam setiap kebijakan.
Momentum Hardiknas 2026 pun menjadi bukti bahwa Kalimantan Barat tengah bergerak menuju transformasi pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan berdaya saing tinggi.*
