Indonesia Siapkan Forum D-8 Bahas Solusi Dua Negara Palestina

Wamenlu RI Arrmanatha Nasir terkait rencana forum D-8 membahas Solusi Dua Negara untuk Palestina.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Indonesia kembali menunjukkan peran aktifnya di panggung diplomasi internasional. Dalam masa kepemimpinan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) periode 2026–2027, Indonesia akan menggelar forum khusus untuk membahas penyelesaian konflik Israel–Palestina melalui skema Solusi Dua Negara (Two-State Solution).

Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia yang tidak hanya berfokus pada kerja sama ekonomi, tetapi juga mendorong solidaritas negara-negara berkembang terhadap isu kemanusiaan global.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa negara-negara anggota D-8, yang mayoritas juga tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), memiliki pandangan yang sejalan terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah.

“Tentu ujungnya adalah Two State Solution,” ujar Arrmanatha dalam keterangan resminya, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, selain membahas solusi jangka panjang, forum tersebut juga akan menyoroti sejumlah agenda mendesak, yakni memastikan gencatan senjata tetap berjalan, membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Jalur Gaza, serta mencari solusi atas krisis kesehatan akibat rusaknya fasilitas medis di wilayah tersebut.

Baca Juga : Menlu RI Kecam Israel, Tolak Aneksasi Tepi Barat

Kepemimpinan Indonesia di D-8 tahun ini mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”

Meski D-8 selama ini berfokus pada penguatan ekonomi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan, dinamika konflik di Gaza dinilai sebagai isu strategis yang tak bisa diabaikan. Pemerintah Indonesia pun membuka ruang pembahasan khusus dalam rangkaian KTT.

D-8 sendiri dibentuk pada 1997 sebagai forum kerja sama delapan negara berkembang berpenduduk mayoritas Muslim, yakni Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.

Melalui kepemimpinan Indonesia, D-8 diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi ekonomi antarnegara anggota, tetapi juga menjadi wadah diplomasi kolektif dalam mendorong perdamaian dan keadilan bagi Palestina.

“Kami ingin memastikan solidaritas internasional yang nyata, termasuk bagi saudara-saudara kita di Gaza,” tutup Arrmanatha.*

 

Sumber :

InfoPublik

KJRI Kuching Dampingi Pemulangan 63 WNI dan PMI Bermasalah dari Sarawak

BERIKABARNEWS l TEBEDU – Konsulat Jenderal Republik Indonesia...

KJRI Kuching mendampingi pemulangan 63 WNI dan PMI bermasalah dari Sarawak melalui Tebedu menuju PLBN Entikong. (KJRI Kuching)

29 Kg Emas Ilegal Gagal Diselundupkan, Bea Cukai Ungkap Modus Pelaku

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan...

Bea Cukai mengungkap penyelundupan 29 kilogram emas ilegal di empat bandara. (Dok. Bea Cukai)

Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo...

Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara. (Foto: BPMI Setpres)

622 Personel Cari 129 Penumpang Virgo Transport 8 yang Hilang

BERIKABARNEWS l BANJARMASIN – Sebanyak 622 personel SAR...

Tim SAR mencari korban kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. (Foto: Basarnas)

Kapal Rute Surabaya-Banjarmasin Hilang Kontak di Laut Jawa, Pencarian Digelar

BERIKABARNEWS l BANJARMASIN – Kapal Motor (KM) Virgo...

KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin hilang kontak di Laut Jawa. (instagram.com/pt.virgokaryashipping)

BMKG Catat Ribuan Hotspot, Risiko Karhutla Masih Tinggi

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan...

Titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia di tengah musim kemarau. (Kemenhut)

berita terkini