Iran Ancam Balas Serangan AS, Diplomasi Geneva Masih Dibuka

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan pernyataan terkait ketegangan dengan Amerika Serikat.

BERIKABARNEWS l TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya siap membalas jika Washington melancarkan serangan militer ke wilayah Iran.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. Meski retorika yang dilontarkan terbilang keras, Teheran memastikan jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup.

Araghchi menegaskan Iran memiliki hak untuk membela diri apabila diserang. Ia menyebut pangkalan dan kepentingan AS di kawasan bisa menjadi target balasan. Namun di saat yang sama, Iran tengah menyiapkan proposal untuk dibahas dalam pertemuan lanjutan di Geneva, Swiss, yang dijadwalkan pekan ini.

Menurut Araghchi, pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kerangka kesepakatan guna meredam eskalasi militer. Ia optimistis pembahasan teknis bisa mengarah pada kesepakatan cepat apabila kedua pihak menunjukkan itikad baik.

Di sisi lain, Washington meningkatkan tekanan dengan mengerahkan dua kapal induk beserta jet tempur dan sistem pertahanan udara ke kawasan Timur Tengah. Utusan Timur Tengah pilihan Donald Trump, yakni Steve Witkoff, mempertanyakan sikap Iran yang dinilai belum melunak di tengah tekanan maksimal tersebut.

Baca Juga : Ekspor Melonjak 22 Persen, Ekonomi Taiwan 2026 Kian Solid Berkat AI

Situasi yang memanas turut memicu kecemasan di dalam negeri Iran. Warga Teheran dilaporkan diliputi kekhawatiran akan potensi konflik terbuka, mengingat memori serangan terhadap fasilitas nuklir pada pertengahan tahun lalu masih membekas.

Sejumlah negara seperti Swedia, Serbia, Polandia, dan Australia bahkan telah mengimbau warganya untuk meninggalkan Iran selagi penerbangan komersial masih tersedia.

Di tengah tekanan eksternal, situasi domestik Iran juga bergejolak. Aksi demonstrasi pro dan kontra pemerintah terjadi di sejumlah universitas di Teheran. Krisis ekonomi akibat sanksi internasional menjadi salah satu pemicu ketidakpuasan publik.

Iran tetap bersikukuh bahwa program pengayaan uranium yang dijalankannya bertujuan sipil dan merupakan hak sebagai negara berdaulat. Dunia kini menanti hasil pertemuan di Geneva, yang dinilai bisa menjadi penentu: meredakan krisis atau justru membuka babak baru konflik di Timur Tengah.*

 

Sumber :

AFP

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Ancam Rencana Damai AS

BERIKABARNEWS l – Situasi di Jalur Gaza kembali...

Korban serangan udara Israel di dekat sekolah pengungsian Jalur Gaza.

Trump Ultimatum Iran 24 Jam soal Selat Hormuz

BERIKABARNEWS l – Ketegangan di Timur Tengah kembali...

Presiden AS Donald Trump menyampaikan ultimatum kepada Iran terkait blokade Selat Hormuz.

Hamas Tolak Bahas Pelucutan Senjata Sebelum Gencatan Senjata

BERIKABARNEWS l – Ketegangan diplomasi di Jalur Gaza...

juru bicara sayap militer Hamas menyampaikan pernyataan terkait penolakan pelucutan senjata di Gaza.

Serangan Israel ke Beirut Memanas, Lebanon Terancam Krisis Kemanusiaan

BERIKABARNEWS l BEIRUT – Eskalasi konflik di Timur...

Asap hitam membumbung di Beirut selatan akibat serangan udara Israel di wilayah basis Hizbullah, (27/3/2026).

Israel Gempur Lebanon, Hizbullah Balas Roket

BERIKABARNEWS l BEIRUT – Konflik antara Israel Defense...

serangan udara Israel di Beirut Lebanon, (25/3/2026).

Serangan Israel Hancurkan Jembatan di Lebanon Selatan, Akses Terputus

BERIKABARNEWS l – Eskalasi konflik kembali meningkat setelah...

Dampak serangan Israel yang menghancurkan jembatan di wilayah Lebanon Selatan dekat Sungai Litani.

berita terkini