BERIKABARNEWS l KUCHING – Pemerintah Negeri Sarawak, Malaysia, kembali menggelar Operasi Pembenihan Awan (OPA) untuk meningkatkan cadangan air sekaligus mengantisipasi dampak kabut asap dan cuaca panas.
OPA tahap ketiga dimulai pada Kamis (3/9/2026). Penyemaian menggunakan larutan garam dilakukan di tiga bendungan utama, yakni Batang Ai, Bakun, dan Murum, serta 13 kawasan resapan air yang tersebar di lima wilayah Sarawak.
Salah satu sasaran operasi berada di kawasan yang berdekatan dengan perbatasan Malaysia-Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Sarawak menghadapi potensi cuaca panas yang diperkirakan meningkat pada Oktober mendatang.
Deputi Premier Sarawak sekaligus Pimpinan Komite Manajemen Bencana Negeri Sarawak (JPBNS), Datuk Amar Douglas Uggah Embas, mengatakan OPA tahap ketiga dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026).
Namun, pelaksanaan pembenihan awan tetap bergantung pada ketersediaan gugusan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan cadangan air di lokasi-lokasi penampungan tersebut,” ujar Douglas Uggah dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) Kuching, Kamis (3/9/2026).
Menurut Douglas, langkah tersebut diperlukan karena kondisi cuaca pada Oktober diperkirakan lebih panas. Cuaca panas berpotensi menurunkan debit air di sejumlah bendungan.
Baca Juga : Kualitas Udara Tak Sehat, Kuching Liburkan Sekolah
Pada pelaksanaan OPA sebelumnya, metode pembenihan awan disebut berhasil meningkatkan elevasi air di Bendungan Murum dan Bakun.
Selain melakukan modifikasi cuaca, Pemerintah Sarawak menetapkan Indikator Kinerja Utama (KPI) dalam penanganan krisis air bersih akibat kemarau.
Pemerintah menargetkan bantuan pasokan air darurat dapat disalurkan maksimal 12 jam setelah laporan atau keluhan masyarakat diterima.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi ketika pasokan air terdampak kondisi cuaca kering.
Baca Juga : Sarawak Siap Beri Bantuan Tangani Kabut Asap Kalbar
Setiap penerbangan dalam misi OPA membawa empat tangki berisi larutan garam. Masing-masing tangki memuat 200 kilogram garam yang dilarutkan dalam 1.500 liter air.
Penentuan lokasi dan waktu penyemaian dilakukan berdasarkan analisis Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia). Data radar cuaca, citra satelit, serta pemodelan prediktif digunakan untuk menentukan gugusan awan yang berpotensi menjadi sasaran pembenihan.
OPA tahap ketiga melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Badan Pengurusan Bencana Negara (NADMA), Angkatan Pertahanan Awam Malaysia (APM), MetMalaysia, JBALB, Kementerian Utilitas dan Telekomunikasi Sarawak, CAAM, PDRM, Sarawak Energy Berhad, Sarawak Water Sdn Bhd, TUDM, Tentera Darat Malaysia (TDM), serta Unit Keselamatan dan Penguatkuasaan Sarawak (UKPS).
Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk mendukung pembenihan awan sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan dan kabut asap di Sarawak, termasuk wilayah yang berada dekat perbatasan Malaysia-Indonesia.*
