BERIKABARNEWS l SUKADANA – Tim Siaga Karhutla Kabupaten Kayong Utara terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga dini hari. Petugas gabungan melakukan penyisiran, groundcheck, pemadaman, hingga pendinginan di kawasan RT 10 Dusun Tanjung Gunung–Dusun Parit Bugis, Kecamatan Sukadana.
Operasi yang berlangsung sejak Sabtu (26/9/2026) pukul 20.30 WIB hingga Minggu (27/9/2026) pukul 02.30 WIB tersebut berhasil mengendalikan kebakaran yang melanda sekitar 10 hektare lahan mineral dan area perkebunan.
Penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur. Personel dari Tim Posko Tanggap Darurat, Polsek Sukadana, Penebalan Regu II Polres Kayong Utara, TNI, Manggala Agni, BNPB, Satpol PP, hingga relawan masyarakat diterjunkan ke lokasi.
Baca Juga : Status Tanggap Darurat Karhutla Mempawah Diperpanjang hingga 6 Oktober
Dalam operasi tersebut, personel Polres Kayong Utara ditempatkan di sektor kedua untuk memperkuat upaya pemadaman, terutama pada titik api yang sulit dijangkau dan membutuhkan penetrasi air lebih jauh.
Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman pada area perkebunan dan lahan mineral yang terbakar. Luas area yang berhasil ditangani mencapai kurang lebih 10 hektare.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses cooling down. Tanah dibasahi secara mendalam untuk memastikan sisa bara api di dalam lahan benar-benar padam.
Langkah tersebut dilakukan karena bara yang masih tertinggal di dalam tanah dapat kembali memicu kebakaran.
Baca juga : Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Sambas
“Penanganan dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Setelah pemadaman, pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi lahan aman dan mencegah api kembali muncul,” ujar petugas di lokasi operasi, Sabtu (26/9/2026).
Seluruh rangkaian penanganan karhutla berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Meski pemadaman telah dilakukan, tim gabungan tetap menyiagakan personel di posko utama.
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk mempercepat respons apabila kembali ditemukan titik panas di wilayah Sukadana dan sekitarnya.*
