Kasus Bejat Ayah Kandung Gegerkan Kubu Raya

Polisi mengamankan tersangka kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. (Facebook/Sambas Informasi)

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali menggegerkan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Seorang pria berinisial ML (58), warga Kota Pontianak, diamankan polisi setelah diduga melakukan tindak kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Peristiwa memilukan tersebut terungkap di Kecamatan Sungai Kakap pada Rabu (7/1/2026). Kasus ini menambah catatan kelam kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di lingkungan keluarga, yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi tumbuh kembang anak.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban sebanyak tiga kali di lokasi yang berbeda.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diketahui sudah tiga kali melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya,” ujar Aiptu Ade saat dikonfirmasi, Rabu.

Aksi terakhir pelaku terbongkar ketika korban berani melawan dan berteriak meminta pertolongan warga. Teriakan tersebut menarik perhatian masyarakat sekitar yang kemudian mengepung pelaku. Polisi yang tiba di lokasi segera mengamankan ML untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

Pelaku selanjutnya dibawa ke Polres Kubu Raya dan saat ini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, korban langsung mendapatkan penanganan awal guna memulihkan kondisi fisik dan psikisnya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui penyidik menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Korban dipastikan memperoleh perlindungan hukum serta pendampingan psikologis secara intensif karena mengalami trauma mendalam.

“Kasat Reskrim telah menginstruksikan penyidik untuk menangani perkara ini secara profesional karena menjadi atensi pimpinan,” tegas Aiptu Ade.

Baca Juga : Polres Kayong Utara Ungkap Dua Kasus Pencurian Awal 2026

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pelaku serta melengkapi berkas perkara, termasuk pemeriksaan kondisi psikologis korban. Atas perbuatannya, ML terancam dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Ancaman pidana tersebut dapat diperberat dengan penambahan sepertiga hukuman, mengingat pelaku merupakan orang tua kandung korban. Polres Kubu Raya menegaskan komitmennya mengusut tuntas perkara ini demi memberikan rasa keadilan bagi korban.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada dan peka terhadap potensi kekerasan seksual terhadap anak, termasuk yang terjadi di lingkungan keluarga, serta segera melapor apabila menemukan indikasi kejahatan serupa. *

Sabu Disembunyikan di Balik Triplek, Pemuda Sanggau Diciduk

BERIKABARNEWS l SANGGAU – Polisi menangkap seorang pemuda...

Penggerebekan terduga pelaku peredaran sabu oleh polisi di Sekayam, Sanggau. (Foto: Res-Sgu)

Lengah Saat Bersihkan Kafe, iPhone XR Raib Dicuri

BERIKABARNEWS l SINGKAWANG – Sebuah iPhone XR warna...

Ilustrasi iPhone XR raib dicuri di kafe Singkawang. (Foto: unsplash.com/@ljpuk)

Polda Kalbar Tangani 57 Kasus Karhutla, 3 Orang Jadi Tersangka

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Polda Kalimantan Barat (Kalbar)...

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. (Foto: Hms-Polda Kalbar)

Motor Warga Sekadau Dicuri, Pelaku Ditangkap di Kawasan Perbatasan

BERIKABARNEWS l SEKADAU – Sepeda motor milik warga...

Polisi mengamankan terduga pelaku pencurian motor warga Sekadau di kawasan perbatasan Entikong. (Foto: Res-Sgu)

Aksi Pencurian di Rumah Kosong Terbongkar, Pelaku Berakhir di Tangan Polisi

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Aksi pencurian di...

Terduga pelaku pencurian rumah kosong di Kubu Raya diamankan polisi. (foto: Res-KKR)

Diduga Bawa Sajam, 8 Remaja Kabur Usai Dihalau Warga Perum 1 Pontianak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Delapan remaja diduga membawa...

Kelompok remaja diduga membawa senjata tajam di kawasan Perum 1 Pontianak. (Foto: Res-Pontianak)

berita terkini