OTT KPK: Wali Kota Madiun dan Dua Tersangka Resmi Ditahan

Wali Kota Madiun digiring petugas KPK usai terjaring operasi tangkap tangan. (Foto: Dok. KPK)

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wali Kota Madiun periode 2025–2030 berinisial MD bersama dua tersangka lainnya dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

Dua tersangka lain yang ikut ditahan yakni TM selaku Kepala Dinas PUPR Kota Madiun dan RR dari pihak swasta. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyampaikan bahwa penyidik telah mengantongi bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

Berdasarkan konstruksi perkara, MD diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan memanfaatkan skema dana Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satu dugaan pemerasan terjadi terhadap Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) di Madiun, di mana tersangka meminta dana sebesar Rp350 juta melalui perantara RR.

Praktik tersebut tidak berhenti di sektor dana sosial. KPK juga menemukan dugaan pemerasan dalam penerbitan izin usaha, termasuk perizinan hotel, minimarket, dan waralaba. Selain itu, MD diduga meminta uang sebesar Rp600 juta kepada pengembang properti sebagai imbalan kelancaran perizinan.

Dalam perkara lain, KPK mendalami dugaan setoran fee proyek infrastruktur. TM selaku Kepala Dinas PUPR diduga menerima fee sebesar 4 persen atau sekitar Rp200 juta dari proyek pemeliharaan jalan senilai Rp5,1 miliar yang disetorkan kepada MD.

Saat OTT berlangsung, penyidik mengamankan uang tunai sebesar Rp550 juta. Namun, hasil penelusuran lanjutan mengungkap bahwa MD diduga telah menerima gratifikasi sejak periode 2019 hingga 2022 dengan total nilai mencapai Rp1,1 miliar.

KPK menilai praktik tersebut melanggar Peraturan Wali Kota tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP), di mana dana CSR seharusnya dikelola secara transparan dan digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Para tersangka ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK untuk kepentingan penyidikan,” kata Asep Guntur dalam keterangan resminya, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga : OTT KPK Bongkar Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati

Jeratan Hukum bagi Para Tersangka

Atas perbuatannya, MD dan RR dijerat Pasal 12 huruf e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi terkait pemerasan. Sementara itu, MD dan TM juga dikenakan Pasal 12B UU Tipikor tentang gratifikasi, juncto ketentuan pidana dalam KUHP.

Penahanan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh kepala daerah agar tidak menyalahgunakan kewenangan, khususnya dalam pengelolaan dana sosial dan perizinan investasi.

KPK menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas praktik korupsi demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

 

Sumber :

InfoPublik.id

Kasus Baru Virus Nipah di India, Indonesia Diminta Waspada

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Laporan kasus baru Virus...

Ilustrasi penyebaran Virus Nipah dari kelelawar ke manusia dan langkah pencegahan di Indonesia.

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Nasional Antisipasi Virus Nipah

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI resmi...

Ilustrasi - Kementerian Kesehatan RI menyampaikan peningkatan kewaspadaan nasional terhadap potensi penyebaran Virus Nipah.

Mendagri Apresiasi Kehadiran Presiden Prabowo di Rakornas 2026

BERIKABARNEWS l BOGOR – Menteri Dalam Negeri Tito...

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat menghadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Bogor, Senin (2/2/2026).

Registrasi SIM Biometrik Berlaku, Pakar Ingatkan Risiko Kebocoran Data

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi...

Ilustrasi - registrasi kartu SIM berbasis biometrik menggunakan pemindaian wajah dan sidik jari di Indonesia.

Kemkomdigi Normalisasi Akses AI Grok, X Corp Diawasi Ketat

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital...

Ilustrasi-layanan AI Grok milik X Corp di bawah pengawasan Kemkomdigi.

Wamen Komdigi Ingatkan Bahaya Zero Click Attack, Ancaman Siber Kian Nyata di Era AI

BERIKABARNEWS l – Ancaman keamanan digital di Indonesia...

Wamen Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan peringatan tentang bahaya zero click attack dan ancaman siber di era kecerdasan artifisial.

berita terkini