BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak terus mematangkan pelaksanaan program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) dengan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat serta perspektif gender dalam setiap tahapannya.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan penguatan program ini dilakukan melalui workshop dan pelatihan lintas sektor yang digelar di Hotel Golden Tulip Pontianak, Selasa (5/5/2026).
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menyamakan persepsi semua pihak agar program SPALD-T dapat berjalan optimal, mulai dari pelaksanaan hingga pemanfaatannya di tingkat rumah tangga,” ujarnya.
Baca Juga : Inflasi Pontianak April 2026 Terkendali, Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar
Bahasan menjelaskan, program SPALD-T telah melalui berbagai kajian komprehensif dan melibatkan banyak pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap awal setelah penandatanganan kontrak dan segera dilaksanakan di lapangan.
Ia mengakui, proses pembangunan berpotensi menimbulkan dampak sementara, seperti gangguan lalu lintas di sejumlah titik. Karena itu, sosialisasi kepada masyarakat menjadi hal penting agar dukungan tetap terjaga.
Untuk tahap awal, pembangunan akan difokuskan di kawasan Martapura dan Nipah Kuning. Program ini didukung anggaran sekitar Rp1,5 triliun dengan masa pelaksanaan lima tahun.
Baca Juga : RSUD SSMA Raih Predikat Baik dari Ombudsman, Targetkan Layanan Lebih Optimal
Sistem SPALD-T ini ditargetkan rampung pada 2029 dan mulai dimanfaatkan pada 2030, dengan kapasitas pengolahan sekitar 12.000 meter kubik per hari yang mampu melayani sekitar 16.000 rumah tangga.
Terkait pembiayaan, pemerintah masih menyusun skema tarif yang akan diterapkan. Bahasan menyebutkan, sistem akan menggunakan pendekatan berklaster, di mana sektor usaha kemungkinan memiliki kewajiban tertentu, sementara masyarakat umum akan difasilitasi dengan skema yang tidak memberatkan.
“Kita ingin layanan ini mempermudah masyarakat, bukan menjadi beban tambahan,” tegasnya.
Baca Juga : MTQ ke-34 Pontianak Tenggara Perkuat Kedekatan Umat dengan Al-Qur’an
Selain aspek teknis, keterlibatan gender juga menjadi perhatian dalam program ini. Hingga saat ini, proses sosialisasi berjalan lancar tanpa penolakan signifikan dari masyarakat.
Keberadaan SPALD-T diharapkan mampu meningkatkan kualitas sanitasi dan lingkungan, sekaligus mendorong peningkatan standar Kota Pontianak sebagai kota yang lebih modern dan sehat.
“Sanitasi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Ini menjadi bagian penting dalam pembangunan kota ke depan,” pungkas Bahasan.*
