Pemprov Kalbar dan KPAI Perkuat Pengawasan Lintas Sektor untuk Cegah TPPO Anak dan Bayi

Rapat koordinasi Pemprov Kalbar bersama KPAI membahas penguatan pengawasan lintas sektor untuk mencegah TPPO anak dan bayi di Kalbar.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), khususnya yang menyasar anak dan bayi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang berlangsung di Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (21/7/2026). Pertemuan itu difokuskan pada penguatan pengawasan administrasi kependudukan sekaligus memutus mata rantai sindikat perdagangan orang yang beroperasi di Kalimantan Barat.

Dalam rapat tersebut, terungkap salah satu modus yang digunakan jaringan TPPO lintas daerah hingga internasional untuk melancarkan aksinya. Sindikat diketahui merekrut perempuan lokal untuk berperan sebagai pengasuh atau “maknya” bagi anak maupun bayi yang menjadi korban.

Selanjutnya, identitas perempuan tersebut dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga (KK) agar proses adopsi ilegal tampak sah secara administrasi. Setelah dokumen dianggap lengkap, anak atau bayi kemudian dibawa ke luar negeri.

Mewakili Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar menegaskan bahwa penanganan TPPO tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak terkait.

“Kasus ini bukan sekadar persoalan hukum, melainkan menyangkut hak hidup dan masa depan anak-anak. Kami berharap rakor ini menghasilkan langkah konkret untuk memperketat pengawasan anak rentan dan administrasi kependudukan,” ujarnya.

Baca Juga : Gubernur Ria Norsan Sampaikan KUA-PPAS 2027, Fokus Perkuat SDM dan Ekonomi Kalbar

Komisioner KPAI, Ai Maryati Solihah, mengapresiasi langkah cepat Pemprov Kalbar yang telah mengonsolidasikan organisasi perangkat daerah (OPD) bersama instansi terkait dalam penanganan kasus TPPO.

Menurutnya, pengungkapan kasus perdagangan orang tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan. Aparat penegak hukum juga harus mampu membongkar jaringan hingga kepada aktor intelektual yang mengendalikan sindikat tersebut.

“Pengawasan berbasis koordinasi sangat krusial untuk menutup celah yang ada. Penegakan hukum harus mampu mengungkap hingga aktor intelektual atau otak dari sindikat ini,” tegas Ai Maryati.

Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi, Pemprov Kalbar dan KPAI menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan penanganan TPPO di daerah.

Salah satunya adalah mengoptimalkan kembali peran Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO Provinsi Kalbar agar bekerja secara aktif dan berkelanjutan.

Selain itu, proses administrasi kependudukan akan diperketat melalui wawancara yang lebih mendalam serta verifikasi lapangan terhadap permohonan dokumen yang dinilai berisiko.

Baca Juga : Pemprov Kalbar Dukung PSN Sawit PTPN IV, Tekankan Legalitas Lahan dan Hilirisasi Industri

Pemerintah juga akan mengintegrasikan data persalinan dari fasilitas kesehatan dengan data kependudukan milik Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Langkah ini bertujuan mencegah pemalsuan identitas bayi yang kerap dimanfaatkan oleh jaringan perdagangan orang.

Di sisi lain, aspek pendampingan masyarakat juga menjadi perhatian. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bersama Dinas Sosial akan memperkuat bantuan hukum, asesmen psikososial, serta edukasi kepada masyarakat, terutama di wilayah yang dinilai rawan terjadi praktik TPPO.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor tersebut, Pemprov Kalbar berharap upaya pencegahan perdagangan orang, khususnya terhadap anak dan bayi, dapat berjalan lebih efektif sekaligus menutup berbagai celah yang selama ini dimanfaatkan oleh sindikat.*

Ria Norsan Ajak Semua Pihak Bersinergi pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan terkait persiapan Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Gubernur Ria Norsan Sampaikan KUA-PPAS 2027, Fokus Perkuat SDM dan Ekonomi Kalbar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Barat di Balairungsari.

Pemprov Kalbar Dukung PSN Sawit PTPN IV, Tekankan Legalitas Lahan dan Hilirisasi Industri

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan usai memimpin rapat koordinasi Program Ekstensifikasi Lahan Kelapa Sawit PTPN IV di Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Distribusi Pangan Jadi Sorotan, Gubernur Ria Norsan Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Kalbar

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria...

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memimpin High Level Meeting Pengendalian Inflasi Semester II Tahun 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak.

Buka Gawai Dayak XV Sekadau, Krisantus Minta Investasi Harus Sejahterakan Masyarakat

BERIKABARNEWS l SEKADAU – Wakil Gubernur Kalimantan Barat...

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan membuka Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau di Rumah Betang Youth Center.

DLHK Kalbar Terapkan SMART SF, Pengawasan Hutan Kini Berbasis Sistem Digital

BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Dinas Lingkungan Hidup...

Petugas DLHK Kalbar mengikuti peluncuran sistem digital SMART SF untuk memperkuat pengawasan kawasan hutan di Kalimantan Barat.

berita terkini