BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV sekaligus peringatan HUT ke-3 Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) di Rumah Radakng, Pontianak, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang dibuka Asisten I Sekda Kalbar Y. Anthonius R. tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus LPD tingkat kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perempuan Dayak dalam pembangunan daerah, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pelestarian budaya lokal.
Baca Juga : Lomba Senam Borneo Perkuat Kebersamaan dan Peran Perempuan
Pengukuhan pengurus LPD tingkat kabupaten dan kota menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke daerah. Perempuan Dayak diharapkan semakin mandiri dan mampu memperluas kontribusinya dalam pembangunan Kalimantan Barat.
Pemprov Kalbar mendorong LPDN memperkuat sejumlah bidang, terutama pemberdayaan ekonomi keluarga, perluasan kolaborasi lintas sektor, serta pelestarian adat dan kearifan lokal.
Pemberdayaan ekonomi diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian finansial keluarga. Sementara kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat melahirkan program yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Di sisi lain, pelestarian adat dan kearifan lokal dinilai penting agar masyarakat tetap memiliki pijakan budaya dalam menghadapi perubahan zaman.
Baca Juga : Ikuti Sidang Tahunan MPR, Ria Norsan Tekankan Penguatan Persatuan dan Potensi Daerah
Asisten I Sekda Kalbar Y. Anthonius R. mengatakan perkembangan zaman dan modernisasi harus tetap diiringi dengan komitmen menjaga akar kebudayaan.
Menurutnya, perempuan Dayak memiliki peran penting dalam mempertahankan identitas dan kebudayaan daerah di tengah perubahan global.
“Di tengah perubahan zaman, perempuan Dayak punya tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa kemajuan tidak membuat kita kehilangan jati diri,” tegas Anthonius.
Melalui Rakernas IV dan peringatan HUT ke-3 LPDN, peran organisasi perempuan Dayak diharapkan semakin kuat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian budaya di Kalimantan Barat.*
