BERIKABARNEWS l MEMPAWAH – Dugaan korsleting listrik menjadi fokus utama penyelidikan kebakaran hebat yang melanda deretan ruko di kawasan Pasar Pagi, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Kalimantan Barat turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Proses penyelidikan berbasis scientific crime investigation itu dilakukan pada Rabu (10/6/2026) siang dengan mengumpulkan berbagai bukti penting dari lokasi kebakaran.
Olah TKP dipimpin oleh PS Kasubbidnarkoba Bidlabfor Polda Kalbar dan didampingi Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana, Unit Reskrim Polsek Sungai Pinyuh, pengurus Yayasan Tri Dharma, serta sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Selama pemeriksaan berlangsung, tim forensik melakukan pengecekan menyeluruh terhadap bangunan ruko yang hangus terbakar. Petugas juga mendokumentasikan kondisi lokasi melalui foto dan video serta mengamankan sejumlah sampel material yang diduga berkaitan dengan sumber api.
“Hari ini Tim Puslabfor Polda Kalbar melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap area yang terbakar, termasuk mengambil sampel material yang diduga kuat sebagai sumber api,” ujar AKP Agus Suryana.
Baca Juga : TNI AL Bantu Evakuasi Kapal Nelayan Malaysia yang Hanyut di Perairan Perbatasan
Barang bukti yang diamankan antara lain potongan kabel instalasi listrik dan material abu arang dari puing-puing bangunan. Selain itu, petugas turut meminta keterangan sejumlah saksi guna mengetahui kronologi awal munculnya kobaran api.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, penyidik menduga api berasal dari area plafon dekat pintu sebelah timur ruko nomor 34 dan 35. Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus pendek listrik sebagai pemicu kebakaran besar tersebut.
“Dugaan sementara, sumber api berasal dari area plafon dekat pintu sebelah timur ruko nomor 34 dan ruko nomor 35. Kebakaran ini diduga kuat akibat korsleting arus pendek listrik,” jelas AKP Agus Suryana.
Baca Juga : Rumah Nyaris Roboh, Rizky Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Pemkot Pontianak
Meski indikasi awal mengarah pada masalah instalasi listrik, pihak kepolisian menegaskan penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil uji laboratorium forensik dan sinkronisasi dengan keterangan para saksi.
Kebakaran besar itu menghanguskan sekitar 18 bangunan ruko beserta barang dagangan di dalamnya. Akibat peristiwa tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp45 miliar.
Proses olah TKP oleh Tim Puslabfor Polda Kalbar berakhir sekitar pukul 16.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif.
Hingga saat ini, garis polisi masih terpasang di area lokasi guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.*
