Samsung Kalah di Pengadilan AS, Harus Bayar Rp3 Triliun ke Pictiva karena Paten OLED

Samsung hadapi sidang gugatan pelanggaran paten OLED di pengadilan Texas. (pexels.com/@aibek-skakov)

BERIKABARNEWS l – Samsung Electronics kembali tersandung kasus hukum besar di Amerika Serikat. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu dinyatakan bersalah atas pelanggaran dua paten OLED milik Pictiva Displays dan diwajibkan membayar ganti rugi senilai US$191,4 juta, atau sekitar Rp3 triliun.

Keputusan ini dijatuhkan oleh Pengadilan Federal Texas pada Senin (3/11), setelah juri menilai bahwa sejumlah perangkat Samsung—mulai dari smartphone Galaxy, televisi, laptop, hingga smartwatch—menggunakan teknologi layar yang masuk dalam paten milik Pictiva.

Teknologi yang dimaksud mencakup sistem peningkatan resolusi, kecerahan, serta efisiensi daya pada panel organic light-emitting diode (OLED).

Pictiva Sebut Kemenangan Ini Validasi Inovasi OLED

Direktur Pelaksana Pictiva, Angela Quinlan, mengatakan putusan ini menjadi bukti kuat atas kekayaan intelektual yang dimiliki perusahaannya.

“Putusan ini memvalidasi kekuatan inovasi OLED kami. Kami akan terus melindungi hak paten yang telah kami kembangkan,” ujarnya.

Pictiva berbasis di Irlandia dan merupakan anak usaha Key Patent Innovations. Mereka memegang ratusan paten OLED yang awalnya dikembangkan oleh perusahaan fotonik OSRAM sejak awal 2000-an.

Baca Juga : Kesepakatan Strategis Lambda–Microsoft Dorong Ekspansi Cloud AI Global

Samsung Siapkan Langkah Banding

Menanggapi keputusan itu, Samsung Electronics memastikan tidak tinggal diam. Perusahaan menyatakan akan mengajukan banding dan juga telah meminta Kantor Paten dan Merek Dagang AS (USPTO) untuk meninjau ulang keabsahan dua paten yang disengketakan.

“Kami berencana mengajukan banding dan telah mengajukan petisi pembatalan paten yang saat ini sedang dalam proses peninjauan,” kata perwakilan Samsung dalam keterangan resminya.

Kasus ini menambah panjang daftar sengketa hukum antara pemilik paten dan perusahaan teknologi besar di Pengadilan Marshall, Texas, wilayah yang dikenal sebagai “ladang ranjau” hukum bagi raksasa teknologi dunia. Gugatan terhadap Samsung ini pertama kali dilayangkan Pictiva pada 2023. *

Sumber :

Reuters.com

Tags: | |

Anthropic Usulkan RUU Keamanan AI untuk Perketat Pengawasan

BERIKABARNEWS l – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic...

Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan yang mengusulkan aturan keamanan untuk pengembangan model AI canggih. (Foto: x.com/AnthropicAI)

AI Claude Kirim Laporan Pembunuhan Palsu ke Situs Polisi AS

BERIKABARNEWS l – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic...

Ilustrasi kecerdasan buatan Claude milik Anthropic yang menjadi sorotan setelah mengirim laporan pembunuhan palsu ke situs Kepolisian Philadelphia, Amerika Serikat. (Foto: instagram.com/claudeai)

Agen AI Jadi Perhatian FTC, OpenAI hingga Anthropic Diselidiki

BERIKABARNEWS l – Teknologi agen kecerdasan buatan atau...

Ilustrasi - teknologi agen kecerdasan buatan (AI) yang menjadi perhatian FTC dalam penyelidikan terhadap OpenAI dan Anthropic. (foto: unsplash.com/@prestige666)

28 Tahun Google, Dari BackRub hingga Jadi Raksasa Teknologi Dunia

BERIKABARNEWS l – Google memperingati ulang tahun ke-28...

Google Doodle memperingati ulang tahun Google ke-28. (Google)

OpenAI Hentikan Sementara Pelatihan Model AI Terbaru

BERIKABARNEWS l – OpenAI menghentikan sementara pelatihan model...

OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI terbaru. (Foto: unsplash.com/@boliviainteligente)

Anthropic Perbarui Claude, Chat dan Cowork Kini Jadi Satu

BERIKABARNEWS l – Anthropic memperbarui asisten kecerdasan buatannya,...

Anthropic memperbarui Claude dengan menggabungkan fitur Chat dan Cowork dalam satu antarmuka. (Foto: Claude)

berita terkini