BERIKABARNEWS l LUBOK ANTU – Pemerintah Sarawak mendorong percepatan pembukaan rute bus lintas negara yang menghubungkan Kuching, Sarawak, dengan Putussibau, Kalimantan Barat, melalui perbatasan Lubok Antu–Nanga Badau. Langkah ini dilakukan dengan mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Perhubungan Malaysia agar izin operasional segera diterbitkan.
Menteri Perhubungan Sarawak, Datuk Seri Lee Kim Shin, mengatakan rute baru tersebut diyakini akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata, wisata medis, perdagangan, dan aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.
Menurut Lee, pengoperasian bus melalui Kompleks Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, dan Keamanan (PLBN) Lubok Antu–Nanga Badau, serta PLBN Tebedu–Entikong, diperkirakan mampu memangkas waktu perjalanan hingga sekitar 20 jam dibandingkan rute darat yang ada saat ini.
“Jalur ini menawarkan pilihan perjalanan yang jauh lebih cepat dan efisien bagi para pengguna transportasi darat di kedua wilayah,” ujar Lee Kim Shin saat meninjau ICQS Lubok Antu.
Baca Juga : 10 Ton Daging Beku Ilegal Tujuan Kalbar Digagalkan di Perbatasan Serikin
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas perbatasan sekaligus menyerap masukan dari instansi terkait dan operator bus sebelum layanan resmi dijalankan.
Selain meningkatkan konektivitas darat, Pemerintah Sarawak juga ingin menjadikan Kuching sebagai pusat transit regional yang menghubungkan transportasi darat dan udara antara Sarawak dan Indonesia. Rencana itu dinilai semakin potensial setelah dibukanya penerbangan langsung Kuching–Jakarta serta rencana pengembangan jaringan penerbangan oleh AirBorneo.
Lee menjelaskan, penumpang dari Indonesia nantinya dapat melanjutkan perjalanan melalui Bandara Internasional Kuching ke berbagai tujuan, sementara penumpang dari Sarawak juga lebih mudah menuju Kalimantan menggunakan layanan bus lintas negara.
Baca Juga : Kebakaran Hebat Ludeskan Rumah Panjang 23 Pintu di Samalaju Sarawak
Ia juga memastikan dua operator transportasi, yakni Biaramas Express dari Sarawak dan DAMRI dari Indonesia, telah menyatakan kesiapan untuk melayani rute Kuching–Putussibau.
Pemerintah Sarawak berharap proses persetujuan dari Kementerian Perhubungan Malaysia dapat segera selesai sehingga layanan bus lintas negara tersebut dapat beroperasi dalam waktu dekat.*
