BERIKABARNEWS l MIRI – Helikopter layanan Dokter Terbang atau Flying Doctor Services (FDS) milik Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di landasan terbang Long Lellang, Sarawak, Selasa (8/9/2026).
Insiden helikopter tersebut terjadi sekitar pukul 15.21 waktu setempat. Pesawat terhempas di area ujung landasan pacu saat melakukan pendaratan.
Komandan Kepolisian Regional, Datuk Mohamad Zainal, menjelaskan kronologi penerbangan serta langkah evakuasi setelah kecelakaan helikopter layanan Dokter Terbang tersebut.
Helikopter yang mengalami kecelakaan merupakan jenis BO 105 S (CBS 5) buatan Jerman tahun 1991. Pesawat tersebut sedang menjalankan misi layanan Dokter Terbang di wilayah Sarawak.
Baca Juga : 24 WNI Terjaring Operasi JIM Sarawak di Kuching
Sebelum kecelakaan, helikopter lepas landas dari Miri pada pukul 10.21 waktu setempat. Pesawat kemudian mendarat di Ba’ Lai pada pukul 11.39 untuk menjalankan tugas FDS.
Selanjutnya, pada pukul 13.41, helikopter melanjutkan penerbangan menuju Long Siut, Selungo. Pesawat tiba di lokasi tersebut pada pukul 13.50 untuk melakukan pengisian bahan bakar.
Sekitar pukul 15.21, helikopter melanjutkan penerbangan menuju Long Lellang. Kecelakaan terjadi ketika pesawat berupaya mendarat hingga akhirnya terhempas di ujung landasan.
Helikopter tersebut telah digunakan untuk mendukung transportasi tenaga medis Kementerian Kesehatan Malaysia di Sarawak selama 17 tahun sejak 2009.
Layanan Dokter Terbang dengan armada tersebut membantu menjangkau masyarakat di sejumlah wilayah, mulai dari Miri, Bintulu, Limbang, Marudi hingga Bario.
Datuk Mohamad Zainal mengatakan helikopter itu terakhir menjalani pemeliharaan berkala pada Agustus 2026.
Setelah menjalani pemeliharaan, helikopter memiliki alokasi operasi hingga 100 jam terbang sebelum kembali mendapatkan perawatan berikutnya.
Baca Juga : Lewat Jalur Tikus, Penyelundupan Daging Beku Tujuan Kalbar Digagalkan di Serikin
Sebanyak 67 personel dari berbagai instansi dikerahkan ke lokasi kecelakaan helikopter untuk mendukung proses penyelamatan dan penanganan insiden.
Tim gabungan tersebut terdiri atas 19 anggota Polis Diraja Malaysia (PDRM), 15 personel Jabatan Bomba dan Penyelamat, dua pejabat Kementerian Kesehatan, serta 15 anggota Pasukan Gerakan Am (PGA) Batalyon 12.
Operasi penyelamatan dan investigasi juga didukung empat armada udara. Rinciannya, dua helikopter PDRM, satu helikopter Bomba, dan satu pesawat PDRM jenis Cessna 208 Caravan.
Selain armada udara, lima kendaraan penggerak empat roda (4WD) turut dikerahkan untuk mendukung mobilisasi petugas di lokasi.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) dan investigasi kecelakaan dilakukan Tim Forensik Jabatan Siasatan Jenayah (JSJ) IPK Sarawak bersama tim SAR dan tim STORM Jabatan Bomba Zon Miri.*
