BERIKABARNEWS l MIRI – Helikopter medis Layanan Dokter Udara (Air Doctor Service) mengalami kecelakaan di dekat Bandara Long Lellang (STOLport), Baram, Miri, Sarawak, Selasa sore. Dalam kecelakaan tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia.
Kelima korban terdiri atas seorang pilot dan empat petugas medis dari Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH). Helikopter jatuh saat menjalankan penerbangan dari Miri menuju Long Lellang.
Pengerusi Jawatankuasa Pengurusan Bencana Bahagian (JPBB) Miri sekaligus Residen Miri, Galong Luang, mengonfirmasi seluruh korban meninggal dunia berdasarkan laporan resmi Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) serta MOH.
Helikopter medis yang mengalami kecelakaan merupakan jenis BO-105 dengan nomor registrasi 9M-LLF.
Pesawat tersebut terhempas di dekat ujung landasan pacu STOLport sekitar pukul 15.40 waktu setempat. Saat kecelakaan terjadi, helikopter tengah dalam perjalanan dari Miri menuju Long Lellang.
Baca Juga : Lewat Jalur Tikus, Penyelundupan Daging Beku Tujuan Kalbar Digagalkan di Serikin
Lima korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter tersebut yakni:
- Kapten Zainol, pilot helikopter.
- Dr. Ainul Baroah Kamaruddin (32), Pegawai Perubatan atau dokter medis.
- Alexson Adit, Penolong Pegawai Perubatan atau asisten medis.
- Debra Moset, perawat.
- Jessie Paya, perawat.
Pihak Berkuasa Penerbangan Awam Malaysia (CAAM) menerima laporan mengenai kecelakaan tersebut dari Layanan Informasi Penerbangan (Aviation Information Service) pada pukul 15.58 waktu setempat.
CAAM memastikan penyelidikan penyebab kecelakaan akan dilakukan Biro Siasatan Kemalangan Udara (AAIB) di bawah Kementerian Pengangkutan Malaysia.
Investigasi dilakukan sesuai dengan Bagian XXVI Peraturan Penerbangan Awam 2016.
Sementara proses penyelidikan berlangsung, tim penyelamat gabungan dikerahkan ke lokasi kecelakaan untuk mengevakuasi seluruh jenazah korban.
Baca Juga : Ops Gegar Kuching, 35 Warga Asing Ditahan Termasuk WNI
Kecelakaan helikopter medis tersebut meninggalkan duka bagi keluarga Dr. Ainul Baroah Kamaruddin.
Ayah korban, Kamaruddin Salleh (69), mengatakan putrinya telah bertugas di rumah sakit Miri selama dua tahun terakhir.
Dr. Ainul Baroah baru kembali ke Sarawak dua hari sebelum kecelakaan setelah menghabiskan waktu liburan selama sepekan di Kelantan.
Suami korban, Muhammad Faiz Abdul Malik, menerima kabar duka dari pihak MOH sekitar pukul 16.00 waktu setempat.*
