BERIKABARNEWS l KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Salah satu fokus utama saat ini adalah penataan kawasan Bukit Lalang di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata unggulan berbasis lingkungan atau eco-tourism.
Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut saat meninjau langsung lokasi pada Sabtu (20/6/2026).
Ia menargetkan penataan awal kawasan wisata alam Bukit Lalang dapat rampung dalam waktu tiga bulan ke depan agar segera bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata baru di Kubu Raya.
Menurut Sujiwo, pengembangan Bukit Lalang kini tidak lagi sebatas rencana di atas kertas, melainkan sudah memasuki tahap pelaksanaan nyata di lapangan.
“Kita bukan lagi bicara pada tataran wacana atau rencana. Sekarang sudah masuk tahap eksekusi dan aplikasi. Dalam waktu sesingkat-singkatnya kawasan ini akan kita ubah,” tegasnya.
Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum agar mempercepat peningkatan akses jalan menuju kawasan wisata. Perbaikan infrastruktur dinilai menjadi faktor utama dalam meningkatkan aksesibilitas wisatawan.
Baca Juga : APBD Kubu Raya 2027 Fokus pada Sektor Prioritas
Selain pembenahan jalan, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti toilet, lampu penerangan, dan gazebo yang dirancang dengan konsep estetis agar kawasan wisata tetap tertata rapi dan nyaman bagi pengunjung.
Sujiwo menekankan pembangunan fasilitas tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Ia ingin Bukit Lalang tampil sebagai destinasi wisata modern yang memiliki daya tarik visual sekaligus kenyamanan.
Menurutnya, kawasan wisata yang tertata dengan baik akan lebih mudah menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah.
Secara geografis, Bukit Lalang berada di kawasan strategis yang dikelilingi sejumlah desa pesisir seperti Teluk Nibung, Nipah Panjang, Medan Mas, Padang Tikar, Sungai Besar, Tanjung Harapan, Sungai Jawi, hingga Ambarawa. Posisi ini dinilai memberikan potensi pasar wisata yang cukup besar.
Untuk mendukung pengembangan akses, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar pada tahun ini untuk pembenahan jalan utama menuju kawasan Bukit Lalang. Penganggaran tersebut direncanakan berlanjut pada tahun berikutnya.
Bukit Lalang juga dinilai memiliki potensi wisata yang beragam. Selain panorama alam perbukitan, kawasan ini menawarkan peluang pengembangan wisata petualangan seperti jalur sepeda dan hiking, area camping ground, wisata kopi di Bukit Liberika, hingga eduwisata pesisir berupa kawasan pembesaran kepiting dan jalur susur mangrove sepanjang 500 meter.
Tak hanya itu, terdapat pula Pulau Gelanggang yang disebut memiliki panorama matahari terbenam yang memikat dan berpotensi menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Baca Juga : Kontingen Popda Kubu Raya 2026 Resmi Dilepas, Targetkan Prestasi Terbaik
Sujiwo mengaku optimistis pengembangan kawasan ini akan memberikan dampak besar bagi pariwisata Kubu Raya.
Ia berharap pada Agustus mendatang kawasan tersebut sudah mulai bisa diperkenalkan kepada komunitas wisata dan pecinta olahraga alam.
Lebih dari sekadar pembangunan destinasi wisata, Sujiwo menegaskan tujuan utama pengembangan Bukit Lalang adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Menurutnya, pertumbuhan sektor wisata akan membuka peluang ekonomi baru bagi warga, mulai dari usaha homestay, pengembangan UMKM, hingga pemberdayaan generasi muda melalui berbagai aktivitas produktif.
“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Ketika wisata berkembang, ekonomi warga ikut bergerak dan peluang usaha akan semakin terbuka,” pungkasnya.*
