BERIKABARNEWS l – Thailand menyatakan optimisme terhadap peluang tercapainya gencatan senjata permanen dengan Kamboja guna mengakhiri konflik berdarah di wilayah perbatasan kedua negara. Upaya perdamaian ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan akibat saling tuduh serangan udara dan artileri.
Pertemuan Menteri Pertahanan Thailand dan Kamboja dijadwalkan berlangsung pada Sabtu untuk merundingkan pengakhiran konflik yang telah menewaskan lebih dari 40 orang dan memaksa sekitar satu juta warga mengungsi.
Pemerintah Thailand, melalui Menteri Senior Anutin Charnvirakul, menyebut pertemuan tersebut bertujuan meresmikan dokumen perdamaian yang mengacu pada deklarasi bersama Oktober lalu.
Kesepakatan gencatan senjata mencakup pembersihan ranjau bersama, penarikan senjata berat, akses tim pengawas, serta komitmen tidak melakukan provokasi militer.
Baca Juga : Kim Jong Un Perkuat Amunisi dan Rudal Korea Utara
Meski demikian, situasi di lapangan masih tegang. Kamboja menuduh Thailand mengerahkan jet tempur F-16 dan menjatuhkan puluhan bom di wilayah perbatasan, sementara Thailand melaporkan serangan artileri dari pihak Kamboja yang merusak permukiman warga.
Kedua negara menegaskan tindakan tersebut sebagai langkah pertahanan diri.
Konflik perbatasan yang dipicu sengketa wilayah dan situs bersejarah ini telah menarik perhatian internasional. Amerika Serikat, Tiongkok, dan Malaysia terus mendorong dialog agar gencatan senjata dapat terwujud secara permanen dan stabil. (ing)
Sumber :
AFP
