BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan sosial tunai kepada 670 warga berpenghasilan rendah yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu yang ditransfer langsung ke rekening penerima melalui Bank Kalbar.
Penyerahan bantuan dilakukan secara bertahap. Sebanyak 403 penerima dari Kecamatan Pontianak Kota menerima bantuan secara simbolis pada Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, 263 penerima dari Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur dijadwalkan menerima bantuan secara simbolis pada Kamis mendatang.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkot Pontianak kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.
“Nilainya mungkin Bapak-Ibu merasa masih kurang. Namun yang paling penting kita bisa bersilaturahmi dan menyampaikan informasi tentang pembangunan di Kota Pontianak,” ujar Edi seusai penyerahan simbolis di Aula Kantor Camat Pontianak Kota.
Baca Juga : Hari Jadi Pontianak ke-255, Pemkot Buka Kesempatan Kreator Muda Rancang Logo
Edi mengatakan bantuan tunai tersebut merupakan salah satu langkah Pemkot Pontianak membantu masyarakat sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan.
Selain bantuan sosial, pemerintah menjalankan sejumlah program untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, dan sanitasi.
Untuk sektor kesehatan, Pemkot Pontianak mengalokasikan hampir Rp80 miliar guna mendukung cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan. Tingkat universal health coverage (UHC) Kota Pontianak saat ini mencapai sekitar 98,8 persen.
“Kalau sakit, cukup tunjukkan KTP ke puskesmas atau rumah sakit,” jelas Edi.
Di sektor pendidikan, sekolah negeri di Pontianak telah bebas biaya. Pemkot juga mendukung keberadaan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga desil 1, 2, dan 3.
Sekolah Rakyat menerapkan sistem full board, dengan kebutuhan peserta didik seperti makanan, pakaian, sepatu, dan buku ditanggung. Program tersebut tersedia untuk jenjang SD hingga SMA dan berlokasi di kawasan Batu Layang.
Baca Juga : Kabut Asap Makin Pekat, Sekolah di Pontianak Beralih ke Pembelajaran Daring
Pemkot Pontianak juga menyediakan program bedah rumah dan bedah WC bagi masyarakat yang memiliki hunian atau fasilitas sanitasi tidak layak. Pengajuan dapat dilakukan melalui kelurahan, kecamatan, maupun Pemerintah Kota Pontianak.
Edi menyebut berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan, termasuk melalui pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan dukungan terhadap UMKM.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama parit, serta tidak membuang sampah sembarangan.
“Jangan membuang sampah sembarangan, terutama ke parit. Parit itu milik kita bersama,” ujarnya.
Di tengah musim kemarau dan keterbatasan air baku, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air. Kondisi Sungai Kapuas yang mengalami kekeringan turut memengaruhi kualitas dan kapasitas produksi air bersih.
Selain itu, Edi mengingatkan warga mewaspadai kabut asap akibat karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Aktivitas anak-anak di luar rumah perlu dibatasi dan anak yang mengalami gejala ISPA segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Edi berharap bantuan Rp600 ribu tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau ditabung.
“Silakan digunakan, disisihkan, atau ditambahkan untuk menabung demi masa depan anak,” pungkasnya.*
