BERIKABARNEWS l WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap rencana untuk memulai serangan darat militer AS terhadap kartel narkoba di Meksiko. Isyarat tersebut disampaikan Trump pada Kamis (9/1/2026), menyusul rangkaian operasi militer Amerika Serikat di jalur laut Samudra Pasifik Timur dan Laut Karibia.
Dalam wawancara eksklusif bersama Sean Hannity di Fox News, Trump menilai langkah keras diperlukan karena pengaruh kartel narkoba yang menurutnya semakin meluas dan sulit dikendalikan.
“Kami akan mulai menyerang jalur darat yang berkaitan dengan kartel-kartel ini. Kartel sekarang mengendalikan Meksiko,” ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Pernyataan Trump menandai eskalasi signifikan strategi militer Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin. Dalam beberapa bulan terakhir, Washington meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap jaringan yang dianggap terlibat dalam perdagangan narkotika internasional.
Sejak September lalu, AS diklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba di wilayah Karibia dan Pasifik Timur. Trump menyebut lebih dari 100 orang tewas dalam operasi tersebut, termasuk dalam serangan di area dermaga kapal di wilayah Venezuela.
Baca Juga : Trump Hidupkan Lagi Rencana Akuisisi Greenland, Opsi Militer Dibahas
Rencana memperluas operasi hingga serangan darat langsung ke wilayah Meksiko dinilai sebagai langkah paling agresif sejauh ini dan berpotensi memicu ketegangan diplomatik yang lebih luas.
Rencana tersebut mendapat penolakan tegas dari pemerintah Meksiko. Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa kedaulatan negaranya tidak dapat ditawar dan menolak segala bentuk intervensi militer asing.
Sebelumnya, Trump mengaku telah mendesak Sheinbaum agar mengizinkan pasukan AS masuk ke Meksiko untuk memberantas kartel narkoba secara langsung. Namun, usulan tersebut ditolak oleh pemerintah Meksiko.
Penolakan serupa juga datang dari Caracas. Pemerintah sementara Venezuela mengecam operasi militer AS dan menilai langkah tersebut berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kawasan Amerika Latin. *
Sumber :
AFP
