Aman Berpuasa bagi Diabetesi, Kenali Tanda Bahaya Sejak Dini

Edukator kesehatan RSUD SSMA Kota Pontianak menjelaskan tanda bahaya puasa bagi penyandang diabetes.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Penyandang diabetes atau diabetesi tetap bisa menjalankan ibadah puasa, namun perlu perhatian ekstra. Perubahan pola makan dan jadwal konsumsi obat saat puasa dapat memengaruhi kadar gula darah, sehingga berisiko menimbulkan komplikasi bila tidak dipantau dengan baik.

Edukator kesehatan RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Mardiana, S.Tr.Kep, menekankan pentingnya mengenali tanda bahaya selama berpuasa agar diabetesi tetap aman dan sehat. Pernyataan ini disampaikan saat edukasi kepada komunitas diabetes, Jumat (9/1/2026).

Menurut Mardiana, tubuh yang tidak menerima asupan makanan dan cairan dalam waktu panjang saat puasa dapat memicu hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) atau hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi). Keduanya berpotensi berbahaya bila tidak segera ditangani.

Puasa harus dihentikan segera jika diabetesi mengalami gejala seperti tubuh lemas, gemetar, keringat dingin, pusing, sakit kepala, pandangan kabur, jantung berdebar cepat, atau kadar gula darah di bawah 70 mg/dl.

“Segera konsumsi makanan atau minuman manis untuk menaikkan gula darah,” jelas Mardiana.

Selain itu, risiko hiperglikemia terjadi bila gula darah mencapai lebih dari 300 mg/dl. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi ketoasidosis diabetes, yang merupakan keadaan gawat darurat. Dalam situasi tersebut, puasa sebaiknya dihentikan dan segera mencari pertolongan medis.

Baca Juga : Stratifikasi Risiko Jadi Kunci Puasa Aman bagi Penderita Diabetes

Tanda bahaya lain yang perlu diwaspadai saat berpuasa, menurut Mardiana, meliputi dehidrasi berat, nyeri dada, sesak napas, serta penurunan kesabaran yang signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi kegiatan edukasi rutin yang dilakukan RSUD SSMA. Ia menilai edukasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, khususnya bagi penderita penyakit kronis.

Menutup kegiatan, Mardiana menekankan bahwa dengan mengenali tanda bahaya sejak dini dan rutin memantau kondisi kesehatan, diabetesi dapat menjalani puasa dengan lebih aman, bijak, dan nyaman. *

 

Sumber :

PKRS-humas/rsudssma

Demam Turun Bukan Berarti Sembuh, Waspadai Fase Kritis Dengue

BERIKABARNEWS l – Banyak masyarakat menganggap demam yang...

Nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit dengue atau demam berdarah dengue (DBD).

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Ebola, Faskes Diminta Perkuat Kesiapsiagaan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta...

Ilustrasi virus Ebola - antisipasi penyebaran penyakit infeksi emerging di Indonesia.

Rekor! 104 Ribu Pasien dari Luar Negeri Berobat ke RS Sarawak

BERIKABARNEWS l KUCHING – Industri wisata medis di...

Salah satu fasilitas robotik di RS Sarawak, yang mendukung layanan wisata medis modern.

Perkuat Layanan Penyakit Dalam, Normah Hadirkan Dr. Sim Sing Yang

BERIKABARNEWS l KUCHING – Normah Medical Specialist Centre...

Poster ucapan selamat datang Dr. Sim Sing Yang sebagai dokter spesialis penyakit dalam di Normah Medical Specialist Centre Kuching.

Kunci Keberhasilan Terapi Anak Cerebral Palsy Ada pada Peran Orang Tua

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Upaya meningkatkan kualitas hidup...

Fisioterapis Endang Sari Purwatiningsih memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di Klinik Penyakit Anak RSUD SSMA Pontianak, Kamis (23/4/2026).

Layanan Bedah di Normah Makin Lengkap, Hadirkan Dokter Ahli Dr Syed Abdul Wahhab

BERIKABARNEWS l KUCHING – Normah Medical Specialist Centre...

Dr. Syed Abdul Wahhab dokter spesialis bedah di Normah Medical Specialist Centre Kuching.

berita terkini