BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir mulai memicu munculnya titik api di sejumlah wilayah. Menyikapi kondisi tersebut, Polsek Pontianak Selatan bersama BPBD Kota Pontianak bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Perdana Ujung (Parit Juntak Dalam), Kelurahan Bansir Darat, Selasa (20/01/2026).
Keringnya lahan akibat intensitas panas matahari yang tinggi membuat api dengan mudah merambat. Menyadari potensi bahaya yang dapat mengancam pemukiman warga, Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah, S.H., turun langsung memimpin personel di lapangan untuk melakukan pemadaman sekaligus pengamanan area sekitar lokasi kebakaran.
Upaya pengendalian api dilakukan secara terpadu bersama BPBD Kota Pontianak. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan yang membuat lahan semakin rentan terbakar.
AKP Inayatun menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur sangat dibutuhkan dalam menghadapi ancaman karhutla. Menurutnya, penanganan cepat dan terkoordinasi menjadi langkah efektif untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat.
Peristiwa karhutla yang terjadi di awal tahun ini juga mendapat perhatian serius dari Polda Kalimantan Barat.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas kesigapan Polsek Pontianak Selatan dan BPBD yang berhasil melokalisir api sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Baca Juga : Pontianak Siaga Karhutla, Asap Dipicu Kebakaran Luar Wilayah
Kombes Pol Bambang menegaskan bahwa Polda Kalbar memberikan atensi penuh terhadap setiap titik panas yang muncul. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat bahwa pembakaran lahan merupakan tindak pidana dengan sanksi hukum yang tegas.
Satgas Karhutla Polda Kalbar akan menindak tanpa kompromi terhadap pelaku pembakaran yang merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Selain pemadaman, petugas di lapangan terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak lagi membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kesadaran bersama dinilai sangat penting untuk menjaga kualitas udara dan lingkungan di Kota Pontianak.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi Parit Juntak Dalam terpantau berangsur terkendali.
Petugas gabungan masih melakukan proses pendinginan atau mopping up secara intensif guna memastikan tidak ada bara api tersisa di lapisan tanah gambut yang berpotensi memicu kebakaran ulang. *
Sumber :
Humas Polri
