Hakim AS Isyaratkan Pembatalan Gugatan xAI vs OpenAI

Hakim federal Amerika Serikat mengisyaratkan pembatalan gugatan xAI terhadap OpenAI

BERIKABARNEWS l – Perseteruan hukum antara dua raksasa kecerdasan buatan dunia, xAI milik Elon Musk dan OpenAI besutan Sam Altman, memasuki babak baru. Seorang hakim federal Amerika Serikat mengisyaratkan akan membatalkan gugatan xAI terhadap OpenAI terkait dugaan pencurian rahasia dagang.

Hakim Distrik AS Rita Lin di San Francisco menyampaikan pandangan sementaranya untuk mengabulkan permohonan OpenAI agar gugatan tersebut dihentikan. Meski keputusan final masih menunggu sidang lanjutan yang dijadwalkan pada 3 Februari, sinyal ini menjadi pukulan awal bagi xAI.

Hakim Lin menyatakan bahwa jika gugatan resmi dibatalkan, pihak xAI masih diberi kesempatan untuk memperbaiki atau merevisi klaim hukumnya. Hingga kini, perwakilan hukum dari kedua belah pihak belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan perkara tersebut.

Gugatan xAI yang diajukan pada September lalu menuding OpenAI melakukan praktik tidak sehat, termasuk merekrut mantan karyawan xAI untuk memperoleh rahasia dagang yang berkaitan dengan pengembangan chatbot Grok.

xAI juga menuding adanya pengunduhan kode sumber oleh mantan pegawainya sebelum berpindah ke OpenAI.

Namun, dalam dokumen pertimbangan setebal empat halaman, Hakim Lin menilai tuduhan tersebut tidak didukung bukti hukum yang memadai.

Ia menyebut xAI gagal menunjukkan secara masuk akal bahwa OpenAI secara aktif mendorong pencurian rahasia dagang atau menggunakan informasi tersebut dalam produk mereka.

Hakim juga mengisyaratkan akan membatalkan klaim persaingan usaha tidak sehat. Menurutnya, xAI tidak menjelaskan secara spesifik mengapa perekrutan karyawan oleh OpenAI dapat dikategorikan sebagai tindakan antikompetitif, terlepas dari tuduhan rahasia dagang yang telah dipertanyakan.

Baca Juga : OpenAI Kian Perkasa, Nvidia, Amazon, dan Microsoft Siapkan Investasi Fantastis

Sementara itu, OpenAI membantah seluruh tuduhan dan menyebut gugatan tersebut sebagai upaya pelecehan hukum terhadap pesaing. Perusahaan pengembang ChatGPT itu menilai langkah xAI didorong oleh ketertinggalan dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan.

Perkara ini merupakan bagian dari konflik hukum yang lebih luas antara Elon Musk dan OpenAI. Musk, yang merupakan salah satu pendiri awal OpenAI, juga menggugat perusahaan tersebut atas peralihannya dari organisasi nirlaba menjadi entitas komersial.

Dalam gugatan terpisah, Musk menuntut ganti rugi hingga US$134,5 miliar terhadap OpenAI dan Microsoft, dengan proses pemilihan juri dijadwalkan mulai 27 April mendatang. *

 

Sumber :

Reuters

28 Tahun Google, Dari BackRub hingga Jadi Raksasa Teknologi Dunia

BERIKABARNEWS l – Google memperingati ulang tahun ke-28...

Google Doodle memperingati ulang tahun Google ke-28. (Google)

OpenAI Hentikan Sementara Pelatihan Model AI Terbaru

BERIKABARNEWS l – OpenAI menghentikan sementara pelatihan model...

OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI terbaru. (Foto: unsplash.com/@boliviainteligente)

Anthropic Perbarui Claude, Chat dan Cowork Kini Jadi Satu

BERIKABARNEWS l – Anthropic memperbarui asisten kecerdasan buatannya,...

Anthropic memperbarui Claude dengan menggabungkan fitur Chat dan Cowork dalam satu antarmuka. (Foto: Claude)

Meta One Resmi Hadir, Apa Saja Fitur AI yang Bisa Dinikmati Pengguna?

BERIKABARNEWS l – Meta Platforms resmi meluncurkan layanan...

Meta One menghadirkan lebih dari 50 fitur AI untuk pengguna Instagram, Facebook, dan WhatsApp. (Foto: Meta)

Anthropic Kejar IPO Fantastis, Nvidia Berpotensi Jadi Investor Jangkar

BERIKABARNEWS l – Startup kecerdasan buatan (AI) Anthropic...

Anthropic dikabarkan menyiapkan IPO dengan Nvidia sebagai investor jangkar. (x.com/AnthropicAI)

iPhone Duo Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi iPhone Lipat Pertama Apple

BERIKABARNEWS l – Apple resmi memperkenalkan iPhone Duo,...

Apple memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertama dengan chip A20 Pro. (Foto: apple.com)

berita terkini