BERIKABARNEWS l JAKARTA – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia dan ketahanan pangan nasional terus dipercepat. Prabowo Subianto meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 Gudang Ketahanan Pangan milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Jumat (13/2/2026).
Peresmian terpusat digelar di SPPG Polri Palmerah, Jakarta Barat. Pada kesempatan yang sama, Presiden juga melakukan groundbreaking pembangunan 107 SPPG tambahan di berbagai wilayah Indonesia.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan, Polri berperan aktif mendukung agenda strategis nasional di bidang pemenuhan gizi. Infrastruktur yang dibangun dirancang untuk menciptakan ekosistem pangan yang kuat dari hulu hingga hilir.
“Polri berkomitmen menghadirkan layanan pemenuhan gizi yang aman, bermutu, dan merata guna mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Secara keseluruhan, terdapat 1.179 unit SPPG yang menjadi bagian program ini. Rinciannya, 411 unit telah beroperasi, 162 unit baru dioperasikan, 499 unit dalam tahap pembangunan, dan 107 unit memasuki tahap groundbreaking.
Baca Juga : KPK–LPS Sinergi Awasi 650 Juta Rekening Cegah Korupsi
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polri yang dinilai melampaui tugas pokoknya demi kepentingan bangsa. Menurutnya, persoalan gizi merupakan isu strategis bagi masa depan Indonesia.
Sebagai simbol dimulainya operasional program, Presiden menekan kubus LED dan menandatangani prasasti peresmian.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menyerahkan sejumlah tanda kehormatan negara, yakni Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama, Bintang Jasa Nararya, serta Satya Lencana Wira Karya kepada pihak-pihak yang dinilai berjasa mendukung program prioritas pemerintah.
Acara turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hassan, serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat fondasi ketahanan pangan menuju visi Indonesia Emas 2045.*
Sumber :
BPMI Setpres
