BGN Klarifikasi Insentif dan Laba Mitra Program MBG

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya memberikan keterangan terkait Program Makan Bergizi Gratis.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Belakangan ini, muncul narasi soal insentif tambahan Rp6 juta per hari dan klaim keuntungan bersih mitra mencapai Rp1,8 miliar per tahun dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berpotensi menyesatkan.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa MBG bukanlah skema bisnis untuk mencari laba. Program ini dirancang sebagai pelayanan publik dengan fokus pada mutu dan akuntabilitas.

Sony menjelaskan, alokasi rata-rata Rp15.000 per menu sudah mencakup semua biaya, termasuk bahan baku dan operasional. Insentif Rp6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bukan tambahan di luar pagu, melainkan bagian dari biaya tersebut.

“Jika kapasitas layanan maksimal 3.000 porsi per hari, insentif Rp6 juta setara Rp2.000 per porsi. Ini bagian terintegrasi dari biaya Rp15.000, bukan dana tambahan,” jelas Sony.

Laba Rp1,8 Miliar adalah Pendapatan Kotor, Bukan Bersih

Terkait klaim laba bersih Rp1,8 miliar per tahun, BGN menegaskan angka tersebut adalah estimasi pendapatan kotor, bukan keuntungan yang masuk ke kantong mitra. Pendapatan ini digunakan untuk menutup biaya investasi awal, operasional, dan depresiasi fasilitas dapur standar industri seluas 400 m², termasuk IPAL dan sertifikasi halal. Titik impas diproyeksikan tercapai setelah 2–2,5 tahun beroperasi.

Baca Juga : Awas! Situs Skillhub Palsu Intai Pendaftar Pelatihan Vokasi

BGN menekankan, mitra MBG wajib memenuhi standar fasilitas yang ketat, mulai dari listrik tiga fase, sistem filtrasi air, hingga minimal 16 titik CCTV untuk pengawasan mutu.

“Program MBG dirancang untuk menjamin kesiapsiagaan fasilitas dan mutu layanan, bukan untuk memberikan keuntungan berlebih kepada mitra,” tegas Sony.

MBG menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pemerintah berencana membangun 35.000–40.000 SPPG di 38 provinsi untuk memastikan pemerataan gizi. Semua proses, mulai dari penyaluran dana hingga pelaporan harian, dilakukan secara digital untuk menjamin transparansi.

BGN mengimbau masyarakat untuk tetap merujuk pada sumber resmi agar memahami program strategis ini secara utuh, sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.*

 

Sumber :

InfoPublik.id

Harga TBS Sawit Mulai Naik, Pemerintah Perketat Pengawasan Perusahaan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Harga Tandan Buah Segar...

Petani kelapa sawit sedang memanen tandan buah segar di perkebunan sawit Indonesia.

Kejaksaan Agung Berhasil Kembalikan Aset Eddy Tansil Rp51,6 Miliar ke Negara

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kejaksaan Agung Republik Indonesia...

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyerahkan hasil pemulihan aset Eddy Tansil senilai Rp51,6 miliar kepada Menteri Keuangan di BPA Fair 2026.

PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh Rabu 17 Juni 2026

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 berdasarkan hasil rukyatul hilal dan metode istikmal.

Pengendara Wajib Tahu, SIM Digital Bisa Jadi Pengganti SIM Fisik

BERIKABARNEWS l – Pengendara di Indonesia kini memiliki...

SIM digital melalui aplikasi Digital Korlantas di smartphone saat pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

KPK Pastikan Lelang Aset Korupsi Transparan, Nilai Capai Rp311 Miliar

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

KPK dan DJKN Kementerian Keuangan menyiapkan proses lelang aset rampasan korupsi secara transparan melalui sistem lelang online.

Ketersediaan Pertalite Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

BERIKABARNEWS l JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga...

Pengendara mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina saat proses distribusi bahan bakar berlangsung.

berita terkini