Bansos Tunai Lengkapi Perlindungan Sosial Warga Desil 1–5

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan sosial uang tunai kepada warga penerima manfaat.

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Bantuan sosial (bansos) tunai dari Pemerintah Kota Pontianak menjadi angin segar bagi warga kurang mampu menjelang Hari Raya Idulfitri. Salah satunya dirasakan Maruha, warga yang kini hidup sendiri setelah suaminya meninggal beberapa tahun lalu.

Perempuan yang tinggal di kawasan Jalan Pemda itu mengaku sangat terbantu dengan bantuan tunai yang diberikan pemerintah kota. Selama ini, ia mengandalkan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Alhamdulillah ini nanti bisa dipakai untuk lebaran,” ujarnya lirih usai menerima bantuan secara simbolis di Aula Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (11/3/2026).

Bantuan sosial tunai tersebut bersumber dari APBD Kota Pontianak tahun 2026. Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp600 ribu per tahun yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, bantuan ini merupakan pelengkap program perlindungan sosial bagi warga yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Menurutnya, tingkat kesejahteraan masyarakat di Kota Pontianak diklasifikasikan berdasarkan desil atau tingkat kemampuan ekonomi, mulai dari desil 1 hingga desil 10. Penerima bantuan dari pemerintah kota umumnya berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 5 yang masuk kategori sangat miskin, miskin hingga rentan miskin.

“Kategorinya dilihat dari kondisi rumah, jumlah anggota keluarga hingga pendapatan per kapita,” jelasnya.

Baca Juga : Pemkot Pontianak-UMP Perpanjang Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Lingkungan

Edi menuturkan sebagian warga dalam kelompok tersebut sebenarnya sudah menerima bantuan dari pemerintah pusat, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang menjangkau sekitar 19.060 keluarga di Kota Pontianak, serta Program Keluarga Harapan (PKH) dengan sekitar 12.096 keluarga penerima manfaat.

Namun masih ada warga yang tidak tercakup dalam dua program tersebut. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan bantuan sosial tunai dari APBD sebagai bentuk dukungan tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini diberikan kepada warga yang tidak menerima PKH maupun BPNT, tetapi secara kondisi ekonomi masih membutuhkan dukungan,” kata Edi.

Ia menambahkan, data penerima bantuan terus diperbarui secara berkala karena sistem data terpadu kini terpusat di pemerintah pusat. Pemerintah daerah melakukan verifikasi ulang secara rutin untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Setiap enam bulan atau setahun sekali data diverifikasi kembali. Ada yang sebelumnya menerima bantuan tetapi sekarang sudah mampu, ada juga yang sebelumnya mampu namun kemudian mengalami kesulitan ekonomi karena sakit atau kehilangan pekerjaan,” tuturnya.

Baca Juga : Bansos Tunai Tahap 1 Cair, 2.030 Warga Pontianak Terima Bantuan

Selain bansos tunai, Pemerintah Kota Pontianak juga menjalankan berbagai program perlindungan sosial lainnya. Salah satunya layanan kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang cakupan kepesertaannya telah mencapai sekitar 98 persen warga Kota Pontianak.

Melalui program tersebut, masyarakat cukup menggunakan KTP untuk berobat di puskesmas atau rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, seperti RSUD Pontianak Utara, RS Bhayangkara, YARSI, dan sejumlah rumah sakit lainnya tanpa dipungut biaya.

Di bidang pendidikan, Pemkot Pontianak juga memastikan sekolah gratis bagi siswa di sekolah negeri serta menyediakan program beasiswa bagi pelajar yang menempuh pendidikan di sekolah swasta. Saat ini pemerintah juga tengah mendukung pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan program dari pemerintah pusat.

Selain itu, Pemkot Pontianak turut menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program nasional. Khusus di wilayah Pontianak Timur, terdapat 12 dapur yang memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari.

Program tersebut tidak hanya menyasar siswa sekolah mulai dari PAUD hingga SMA, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui serta balita yang belum bersekolah.

“Jika ada warga yang memiliki anak balita atau ibu hamil, bisa mendaftarkan melalui posyandu atau tim pendamping keluarga di kelurahan agar mendapatkan program makan bergizi gratis,” pungkas Edi.*

Disnaker Pontianak Buka 10 Pelatihan Kerja Sepanjang 2026, Peminat Capai Ratusan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)...

Kepala Disnaker Kota Pontianak Iwan Amriady menyampaikan program pelatihan yang digelar sepanjang 2026.

Stok BBM Pontianak Aman, Wali Kota: Penimbun Akan Ditindak

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bersama...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berbincang dengan warga yang tengah mengantre BBM di SPBU Paris 2.

Pemkot Pontianak-UMP Perpanjang Kerja Sama, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Lingkungan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak bersama...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Rektor UMP Heriansyah menunjukkan nota kesepakatan bersama.

Antrean BBM Mengular di Pontianak Jelang Lebaran, Mendagri Imbau Tak Panic Buying

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Antrean kendaraan di sejumlah...

Antrean kendaraan di salah satu SPBU Kota Pontianak.

Bansos Tunai Tahap 1 Cair, 2.030 Warga Pontianak Terima Bantuan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan...

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga penerima manfaat.

675 Petugas Fardhu Kifayah dan 37 Madrasah Diniyah di Pontianak Terima Bantuan

BERIKABARNEWS l PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak menyalurkan...

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menyerahkan secara simbolis bantuan kepada petugas Fardhu Kifayah.

berita terkini