BERIKABARNEWS l KYIV – Rusia kembali menghujani ibu kota Ukraina, Kyiv, dengan serangan rudal balistik dan drone pada Sabtu (1/8/2026) dini hari. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam sejumlah wilayah di kota tersebut.
Serangan besar-besaran ini terjadi ketika Ukraina mengakui telah kehabisan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat, sehingga kemampuan menghadang serangan udara Rusia menjadi sangat terbatas.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan Rusia meluncurkan 35 rudal, termasuk 27 rudal balistik, serta 185 drone dalam satu gelombang serangan. Namun, militer Ukraina hanya mampu mencegat satu rudal balistik karena stok rudal pencegat Patriot telah habis.
“Satu-satunya alasan kami hanya bisa menjatuhkan satu rudal adalah karena kami sama sekali tidak lagi memiliki rudal pencegat untuk sistem Patriot,” kata Zelenskyy melalui unggahan di Telegram.
Baca Juga : Zelensky Sebut Rusia Siapkan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Ukraina
Zelenskyy menjelaskan, berkurangnya pasokan rudal Patriot disebabkan pengalihan distribusi rudal pencegat Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah untuk mendukung operasi militer AS dan sekutunya di tengah konflik Iran. Menurutnya, tambahan sistem pertahanan udara menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi warga sipil dari serangan Rusia.
Kantor Kejaksaan Agung Ukraina melaporkan serangan tersebut mengakibatkan kerusakan di tujuh distrik di Kyiv yang berpenduduk sekitar tiga juta jiwa. Sebanyak tujuh orang tewas di Distrik Darnytskyi, dua orang di Distrik Solomyanskyi, dan satu korban lainnya meninggal di wilayah sekitar Kyiv.
Selain menimbulkan korban jiwa, puluhan warga dilaporkan terluka, termasuk empat anak yang mengalami luka serius akibat serpihan proyektil.
Serangan juga memicu kebakaran dan merusak sedikitnya 18 bangunan tempat tinggal, satu sekolah, fasilitas umum, gudang, serta bangunan Kedutaan Besar Lithuania.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan pemerintah kota terus menambah fasilitas perlindungan (shelter) bagi warga untuk menghadapi ancaman serangan lanjutan.
Baca Juga : Thailand Kutuk Serangan di Narathiwat yang Tewaskan Lima Prajurit
Serangan pada Sabtu ini menjadi serangan besar kedua yang mengguncang Kyiv dalam sepekan. Sebelumnya, serangan Rusia pada Kamis menewaskan sembilan orang, termasuk enam anggota satu keluarga di Kryvyi Rih. Pada waktu yang sama, sebuah proyektil yang diduga rudal jelajah Rusia juga dilaporkan jatuh di wilayah Polandia.
Memasuki tahun kelima perang, pertempuran masih berlangsung di sepanjang garis depan sepanjang sekitar 1.200 kilometer. Di sisi lain, Ukraina terus melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di wilayah Rusia, termasuk tiga kilang minyak di Bashkortostan.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha kembali mendesak negara-negara Barat untuk segera memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina di tengah meningkatnya intensitas serangan Rusia.
“Pertempuran di langit inilah yang akan menentukan arah perang. Semakin kuat perisai udara di atas Ukraina, semakin dekat kita menuju perdamaian,” ujar Sybiha.*
