BERIKABARNEWS l SEKADAU – Insiden kecelakaan kerja yang merenggut nyawa terjadi di sebuah toko pertanian di Jalan Merdeka Timur, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Rabu (11/3/2026) pagi. Seorang sopir dump truck dilaporkan meninggal dunia setelah terjepit bak kendaraan yang tiba-tiba turun saat proses bongkar muat.
Korban diketahui bernama Gampang Sriyono (57), warga Dusun Parit Mayor, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dan sempat menggegerkan warga serta karyawan toko di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula saat korban mengantarkan pupuk jenis NPK sebanyak 180 karung dari gudang di Pontianak menuju toko pertanian di Sekadau.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, korban tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung melakukan proses bongkar muat. Untuk mempermudah penurunan barang, bak dump truck diangkat sekitar satu meter dari rangka kendaraan.
“Setelah seluruh pupuk berhasil diturunkan, korban mencoba menurunkan kembali bak kendaraan ke posisi semula. Namun diduga terjadi kendala pada sistem hidrolik sehingga bak tidak dapat turun secara normal,” jelas AKP Triyono.
Melihat bak truknya tidak bisa turun, korban kemudian berusaha memperbaiki secara manual. Ia diduga mencoba mendorong bagian hidrolik menggunakan sepotong kayu dari bawah bak kendaraan.
Nahas, saat korban berada di bawah bak, bagian dump truck yang sebelumnya tertahan tiba-tiba turun dengan cepat. Korban pun terjepit di antara bak dan kabin kendaraan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan meninggal dunia di tempat.
Peristiwa ini baru diketahui setelah seorang karyawan toko keluar untuk memanggil korban. Karena tidak mendapat respons, saksi kemudian memeriksa kondisi truk dan menemukan korban sudah terjepit di bawah bak kendaraan.
Baca Juga : Sopir Truk Asal Pontianak Tewas Terjepit Bak Dump Truk di Pasar Sekadau
Petugas dari Polres Sekadau segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan kejadian tersebut merupakan kecelakaan kerja.
AKP Triyono mengimbau para pekerja, khususnya pengemudi kendaraan angkut dengan sistem hidrolik, agar selalu memperhatikan standar keselamatan kerja.
“Kami mengingatkan agar selalu memastikan kendaraan dalam kondisi aman dan menggunakan penyangga tambahan saat melakukan pengecekan di bawah bak kendaraan,” ujarnya.
Saat ini, jenazah korban telah ditangani pihak medis dan kepolisian sebelum diserahkan kepada keluarga di Kabupaten Kubu Raya.*
Sumber :
Polres Sekadau/Polda Kalbar
