BERIKABARNEWS l KAPUAS HULU – Musibah kebakaran menimpa rumah milik seorang petani lanjut usia di Dusun Cahaya Embau, Desa Karangan Panjang, Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (10/3/2026) malam. Rumah tersebut dilaporkan hangus dilalap api saat sebagian warga sedang beristirahat.
Korban diketahui bernama Leman (80), warga RT 001/RW 001 yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Meski rumahnya ludes terbakar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB itu.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Andi Asri. Saat itu ia baru selesai melaksanakan tadarus di surau setempat. Ketika keluar, ia melihat kobaran api sudah membesar dari bagian belakang rumah milik Leman.
Melihat kondisi tersebut, Andi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Masyarakat Dusun Cahaya Embau pun segera berdatangan dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Warga bergotong royong memadamkan kobaran api menggunakan mesin robin dan peralatan sederhana sambil memastikan penghuni rumah dapat dievakuasi ke tempat yang aman.
Upaya pemadaman yang dilakukan warga berlangsung cukup lama. Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 23.30 WIB setelah masyarakat berjibaku selama hampir dua jam.
Namun, karena sebagian besar bangunan rumah berbahan kayu sehingga mudah terbakar, api dengan cepat melalap seluruh bangunan. Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Mendapat laporan kebakaran tersebut, personel dari Kepolisian Sektor Pengkadan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Dendy Arif segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan serta pendataan di tempat kejadian perkara.
Baca Juga : Pelajar 18 Tahun Tewas Tertabrak Mobil Box di Tikungan Simpang Brimob
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, kebakaran diduga dipicu oleh api dari tungku kayu yang digunakan untuk memasak air.
Diduga api dari tungku tersebut belum sepenuhnya padam saat ditinggalkan sehingga merambat ke bagian dinding rumah dan akhirnya membesar hingga menghanguskan bangunan.
Kapolsek Pengkadan IPTU Dendy Arif mengatakan pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan tungku kayu atau alat memasak tradisional.*
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu teliti dan berhati-hati saat memasak, terutama yang masih menggunakan tungku kayu. Pastikan api benar-benar sudah padam sebelum ditinggalkan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
