Harga Pangan Naik Jelang Mudik, Ahli Soroti Hambatan Distribusi

Ilustrasi- Distribusi bahan pangan tersendat akibat arus mudik Idulfitri yang menyebabkan kenaikan harga di sejumlah daerah.

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Menjelang puncak arus mudik Idulfitri 1447 H, harga sejumlah komoditas pangan mulai mengalami kenaikan di berbagai daerah. Namun, kondisi ini dinilai bukan akibat kelangkaan stok, melainkan hambatan pada distribusi logistik.

Beberapa bahan pokok seperti beras, cabai, bawang, telur, hingga daging ayam tercatat mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Perbedaan harga antarwilayah yang semakin lebar menjadi indikasi bahwa distribusi barang tidak berjalan merata.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menjelaskan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat menjelang mudik menyebabkan perubahan pola permintaan yang cepat dari kota besar ke daerah.

“Ini bukan soal kekurangan pangan, tetapi apakah pasokan bisa sampai tepat waktu di lokasi yang membutuhkan. Saat arus mudik memadat, distribusi ikut tersendat. Di situlah harga mulai naik karena hambatan logistik, bukan kelangkaan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini memicu fenomena bottleneck atau penyumbatan distribusi. Kepadatan jalur transportasi menyebabkan proses pengiriman melambat dan biaya logistik meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada harga di tingkat konsumen.

Baca Juga : Mulai Maret 2026, X Batasi Usia Pengguna Minimal 16 Tahun di Indonesia

Selain faktor distribusi, ekspektasi pasar juga turut memengaruhi kenaikan harga. Pelaku usaha cenderung menaikkan harga lebih awal ketika memperkirakan adanya gangguan pasokan.

Situasi ini menjadi tantangan bagi sektor ritel dan UMKM yang bergantung pada pasokan harian. Ketidakpastian distribusi membuat pelaku usaha harus lebih cermat dalam menjaga ketersediaan barang.

Pemerintah pun disarankan untuk fokus menjaga kelancaran distribusi dibanding melakukan intervensi harga yang berlebihan. Upaya seperti pengaturan jalur prioritas logistik, transparansi informasi harga, serta koordinasi lintas sektor dinilai lebih efektif.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah memastikan distribusi tetap berjalan lancar. Jangan sampai kebijakan yang terlalu agresif justru memperburuk situasi. Jika distribusi terganggu, yang macet bukan hanya jalan, tapi juga perputaran ekonomi,” pungkas Fakhrul.

Dengan distribusi yang lancar, momentum Lebaran diharapkan tetap mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.*

 

Sumber :

InfoPublik.id

Open House Prabowo Satukan Tokoh Bangsa di Istana Merdeka

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Suasana hangat dan penuh...

Prabowo Subianto bersama Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono dalam open house Idulfitri di Istana Merdeka, (21/3/2026).

Ribuan Warga Padati Open House Prabowo di Istana

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Ribuan warga memadati Istana...

Presiden Prabowo Subianto menyapa ribuan warga saat open house Idulfitri di Istana Kepresidenan Jakarta, (21/3/2026).

Angkutan Barang Melanggar, Izin Terancam Dibekukan

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan...

Truk angkutan barang melintas di jalan tol saat pembatasan mudik.

Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam Kompak Tetapkan Idul Fitri hari Sabtu

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Indonesia, Malaysia, dan Brunei...

Pengumuman Idulfitri 2026 oleh pemerintah Indonesia.

Malam Penentuan! Sidang Isbat Putuskan Lebaran Hari Ini

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia...

Suasana pagi Lebaran saat pelaksanaan sholat Idulfitri.

Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri Jumat, 20 Maret 2026

BERIKABARNEWS l JAKARTA – Otoritas Arab Saudi resmi...

Suasana sholat Idulfitri berjamaah di pagi hari Lebaran.

berita terkini