BERIKABARNEWS l BEIRUT – Konflik antara Israel Defense Forces dan Hizbullah kembali memanas pada Rabu (25/3/2026). Militer Israel melancarkan serangan udara dan artileri ke wilayah selatan Lebanon hingga pinggiran Beirut, sementara Hizbullah membalas dengan rentetan serangan roket.
Eskalasi ini merupakan kelanjutan dari konflik yang meningkat sejak awal Maret. Intensitas serangan yang terus bertambah membuat situasi di perbatasan semakin tidak terkendali dan memperbesar risiko meluasnya konflik di kawasan.
Serangan udara Israel dilaporkan menghantam sejumlah distrik di selatan Beirut. Sebelum serangan, warga sipil telah diminta mengungsi dari wilayah yang diduga menjadi basis kekuatan Hizbullah. Akibatnya, sejumlah bangunan rusak parah dan sebagian kawasan ditinggalkan penduduk.
Tidak hanya melalui udara, Israel juga mengerahkan pasukan darat ke wilayah perbatasan selatan Lebanon. Operasi ini menyasar titik-titik strategis seperti fasilitas militer dan penyimpanan senjata, dengan tujuan menekan serangan roket dari Hizbullah.
Baca Juga : Serangan Israel Hancurkan Jembatan di Lebanon Selatan, Akses Terputus
Di sisi lain, Hizbullah mengklaim terus melakukan perlawanan. Dalam satu hari, kelompok tersebut menyatakan telah meluncurkan lebih dari 100 roket ke arah posisi militer Israel di wilayah perbatasan. Sirene peringatan udara pun terus terdengar di sejumlah wilayah utara Israel.
Dampak kemanusiaan dari konflik ini semakin mengkhawatirkan. Korban jiwa terus bertambah, sementara ratusan ribu hingga lebih dari satu juta warga dilaporkan mengungsi akibat serangan yang berkelanjutan.
Hingga kini, situasi di kawasan perbatasan Lebanon-Israel masih belum stabil. Berbagai upaya diplomatik internasional terus dilakukan untuk meredam ketegangan dan mencegah konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.*
Sumber :
AFP
